DENPASAR, KAMIS - Maraknya produk berbahaya dan praktek tidak ilmiah bidang kesehatan yang kini dilakukan secara terbuka hingga menimbulkan banyak korban, menarik perhatian Fakultas Kedokteran Universitas Udayana untuk membahasnya dalam seminar.
Seminar digelar Jumat (24/10) di Gedung Teater Widya Sabha, Fakultas Kedokteran Unud di Denpasar, menghadirkan pembicara Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS, dengan materi "Hentikan penipuan dan pembodohan melalui cara pengobatan tidak ilmiah".
Menurut Sekretaris Panitia, dr Made Oka Negara, Selasa, pihaknya juga menampilkan Prof Dr dr I Wayan Wita, SpJP(K) yang akan mengupas "Penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah: Sesuai standar internasional atau alternatif?".
Kemudian Prof Dr dr Ida Bagus Tjakra Wibawa Manuaba, MPH, SpB, (K)Onk, FInaCS tentang "Terapi alternatif penyebab keterlambatan penderita kanker datang ke dokter" dan dr Dudut Rustyadi, SpF mengenai "Tinjauan Medikolegal Praktek Pengobatan Yang Tidak Rasional", sedangkan moderator Dr dr Sri Maliawan, SpBS.
Kegiatan bertema "Maraknya Praktek Tidak Ilmiah di Bidang Kesehatan: Bagaimana Sikap Kita?" itu terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.
Panitia berharap seminar tersebut diikuti para dokter, dosen, kalangan medis lain, pemerhati kesehatan, dan mereka yang tertarik atau peduli dengan permasalahan kesehatan.
Praktek pengobatan tidak ilmiah bisa dilakukan siapa saja, orang biasa, tabib, dukun, paranormal, bahkan juga tenaga kesehatan, termasuk dokter, kata Oka Negara.
Di sisi lain juga masih banyak masyarakat yang belum paham, kemudian tertarik dan akhirnya menjadi korban dari praktek tidak ilmiah bidang kesehatan yang sering diwarnai aksi penipuan.
Praktek kesehatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan itu misalnya berkaitan dengan permasalahan seksual, penanganan kanker, penyakit jantung, dan lain-lain. Bahkan ada yang menjanjikan kesembuhan dari HIV AIDS.
Beberapa orang dengan berani dan terbuka melakukan praktek yang jauh dari kaidah rasional bidang kesehatan. "Sayangnya, praktek menyimpang ini ada yang mendapatkan izin resmi, walaupun sebagian ilegal," ucapnya.
Bahkan media massa belakangan juga ikut menayangkan iklan-iklan keliru tentang hal ini, sehingga proses edukasi kepada masyarakat selaku konsumen menjadi bias.
"Kami berharap dengan mengikuti seminar ini berbagai kalangan, termasuk media massa yang menjalankan fungsi penyebaran informasi dan pendidikan, akan bisa mendukung pencegahan dan penghentiannya," kata Oka Negara.
Peminat dapat menghubungi Bagian Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Jl.PB Sudirman, Denpasar, telepon 0361-7425201, faksimile 0361-246656 dan E-mail: psasfk—unud@yahoo.com.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang