JAKARTA, KAMIS- Pansus Penculikan Aktivis dan Penghilangan Orang secara Paksa diberi waktu sekitar satu bulan oleh keluarga korban untuk mengungkap keberadaan 13 aktivis yang masih belum diketahui keberadaannya.
"Kami yakin Pansus dapat menyelesaikan dalam waktu 1 bulan, tetapi bila tidak selesai maka keyakinan kami akan keseriusan mereka semakin tinggi," kata salah satu korban penculikan 1998 Andi Arif, dalam konferensi pers bersama keluarga korban lainnya di kantor Kontras, Kamis (23/10). Hadir dalam pertemuan itu beberapa anggota Pansus Penculikan Aktivis dan Penghilangan Orang secara Paksa,
"Seharusnya Pansus perlu memperhitungkan waktu, jadi tidak perlu mengulang lagi penyelidikan, tapi dapat menggunakan rekomendasi dari Kontras untuk mendesak pemerintah melakukan rekonsiliasi nasional atau setidaknya ada kejelasan atas nasib 13 aktivis yang hilang," tuturnya.
Ia juga mendesak pemerintah untuk melakukan pengadilan HAM Adhoc berdasar rekomendasi Kontras terhadap kasus orang hilang 1997-1998. "Memang Pansus ini ditengarai ada muatan politis yang sangat kental, karena sudah 10 tahun kenapa baru sekarang dibuka lagi. Untuk menghindari hal itu, maka kami rekomendasikan untuk melakukan perundingan politik ulang, kalau tidak mau arah Pansus ke depan semakin tidak jelas mengingat kompleksitas kasus ini," jelas Andi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang