Pansus Orang Hilang Diberi Waktu Satu Bulan

Kompas.com - 23/10/2008, 18:39 WIB

JAKARTA, KAMIS- Pansus Penculikan Aktivis dan Penghilangan Orang secara Paksa diberi waktu sekitar satu bulan oleh keluarga korban untuk mengungkap keberadaan 13 aktivis yang masih belum diketahui keberadaannya.

"Kami yakin Pansus dapat menyelesaikan dalam waktu 1 bulan, tetapi bila tidak selesai maka keyakinan kami akan keseriusan mereka semakin tinggi," kata salah satu korban penculikan 1998 Andi Arif, dalam konferensi pers bersama keluarga korban lainnya di kantor Kontras, Kamis (23/10). Hadir dalam pertemuan itu beberapa anggota Pansus Penculikan Aktivis dan Penghilangan Orang secara Paksa,

"Seharusnya Pansus perlu memperhitungkan waktu, jadi tidak perlu mengulang lagi penyelidikan, tapi dapat menggunakan rekomendasi dari Kontras untuk mendesak pemerintah melakukan rekonsiliasi nasional atau setidaknya ada kejelasan atas nasib 13 aktivis yang hilang," tuturnya.

Ia juga mendesak pemerintah untuk melakukan pengadilan HAM Adhoc berdasar rekomendasi Kontras terhadap kasus orang hilang 1997-1998. "Memang Pansus ini ditengarai ada muatan politis yang sangat kental, karena sudah 10 tahun kenapa baru sekarang dibuka lagi. Untuk menghindari hal itu, maka kami rekomendasikan untuk melakukan perundingan politik ulang, kalau tidak mau arah Pansus ke depan semakin tidak jelas mengingat kompleksitas kasus ini," jelas Andi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau