Rian/Yonatan Jajal Pasangan Baru China

Kompas.com - 24/10/2008, 16:28 WIB

JAKARTA, JUMAT - Ganda putra unggulan delapan, Rian Sukmawan/Yonatan Suryatama, mendapat kesempatan menjajal pasangan baru China, Fu Haifeng/Shen Ye, pada perempat final Super Series Denmark Terbuka, Jumat petang (24/10) waktu setempat.

Pasangan yang baru ditarik masuk pelatnas lagi pada awal Agustus itu, maju ke babak delapan besar setelah dalam putaran kedua yang digelar di Arena Fyn Odense, Denmark, Jumat dinihari WIB itu mengalahkan pasangan tuan rumah Jacob Chemnitz/Mikkel Delbo Larsen 21-12 21-17.

Sedangkan Fu/Shen memastikan tempat di perempat final turnamen berhadiah 200 ribu dolar AS (sekitar Rp 2,033 miliar) itu dengan menyisihkan pasangan Denmark lainnya, unggulan keempat Mathias Boe/Carsten Mogensen dalam tiga game 21-6 9-21 21-14.

China melakukan perubahan pada beberapa pasangan mereka, termasuk pasangan terbaiknya, finalis Olimpiade Fu Haifeng/Cai Yun. Fu dipasangkan dengan Shen Ye, sedang Cai Yun menggandeng Xu Chen yang juga lolos ke perempat final di Denmark.

Pasangan Cai/Xu akan memperebutkan tempat di semifinal dengan unggulan ketiga asal Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong.

Selain Rian/Yonatan, di perempat final Indonesia juga masih punya pasangan nomor satu dunia Markis Kido/Hendra Setiawan. Mereka akan melawan unggulan kelima asal Malaysia, Mohd Zakry Abdul Latif/Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari.

Ganda putri Nitya Krishinda/Greysia Polii juga melaju ke perempat final. Secara mengejutkan, mereka berhasil mengalahkan pasangan China unggulan ketujuh, Cheng Shu/Zhao Yunlei, dengan 21-15 21-16.

Kemenangan tersebut menghentikan laju kemenangan yang diraih pasangan China peringkat 31 dunia itu yang mengincar empat gelar berturut-turut. Sebelumnya, mereka telah menyabet trofi di tiga penampilan terakhir, yakni di Jepang Terbuka, China Masters dan Macau Terbuka.

Selanjutnya Nitya/Greysia akan menantang pasangan Denmark, Helle Nielsen/Marie Roepke, yang menang WO setelah lawan mereka, unggulan pertama Du Jing/Yu Yang dari China batal tampil.

Selain itu, Indonesia juga meloloskan pasangan Jo Novita/Rani Mundiasti yang akan menantang andalan Denmark, unggulan kelima Kamilla Rytter Juhl/Lena Frier Kristiansen.

Meski bertahan pada nomor ganda putri, langkah Greysia Polii pada ganda campuran bersama Flandy Limpele terhenti. Mereka menyerah dari pasangan tuan rumah, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, yang menang 24-22 21-13.

Kegagalan juga dialami peraih medali perunggu Olimpiade Beijing, Maria Kristin, yang kembali mengalami kekalahan dari Lu Lan. Maria kalah 19-21 21-12 16-21. Sebelumnya, dia juga kalah di Jepang Terbuka.

Lu Lan yang ditaklukkan Maria Kristin pada perebutan medali perunggu Olimpiade Beijing bulan Agustus lalu, kini menduduki peringkat satu dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau