Tiga Opsi Voting, Strategi Partai Besar

Kompas.com - 24/10/2008, 17:44 WIB

JAKARTA, JUMAT - Tiga opsi voting yang disepakati dalam rapat kerja Pansus RUU Pilpres dinilai Direktur Eksekutif CETRO Hadar Gumay sebagai strategi dua partai besar untuk memenangkan syarat perolehan kursi 25 persen untuk pencalonan presiden dan wapres.

"Menurut saya tidak perlu sampai tiga opsi itu. Ini melemahkan. Menurut saya dua saja," ujar Hadar di Kantor KPU, Jumat (24/10).

Dua opsi yang patut dipertahankan adalah opsi 15 persen perolehan kursi di DPR atau 20 persen perolehan suara nasional, serta opsi hanya 25 persen perolehan kursi di DPR. Sementara opsi yang patut dibuang adalah opsi 20 persen perolehan kursi di DPR atau 20 persen perolehan suara nasional.

Menurut Hadar, sebenarnya opsi 20-20 itu adalah pilihan beberapa partai yang tak ingin mengambil keputusan melalui voting. Parta-partai tersebut juga menyebutkan bahwa akan kembali ke posisi awal 15-20 jika mekanisme voting yang digunakan. Agak aneh, bagi Hadar, ketika pilihan itu tetap dipertahankan.

"Agak mencurigakan ini, seperti mau memecah (suara), sehingga yang menang nanti yang 25 persen. Jadi nanti yang terbanyak tetap 25 persen yang menang. Bisa jadi," tandas Hadar.

Ia berharap partai-partai kecil tetap bertahan pada posisi awalnya. Namun, tak ada yang tahu pengaruh-pengaruh akibat lobi informal. Menurut Hadar, posisi yang ideal untuk mengisi pasal 5 adalah opsi 15 persen perolehan kursi di DPR atau 20 persen perolehan suara nasional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau