Ke Semifinal? Indonesia Harus Lewati Malaysia!

Kompas.com - 24/10/2008, 23:48 WIB

JAKARTA, JUMAT - Tim Indonesia menantang Malaysia dalam perebutan tiket semifinal nomor beregu Kejuaraan Dunia Junior 2008. Kedua tim memenangi sub-grup masing-masing, sehingga harus saling "membunuh".

Dalam pertandingan yang digelar di Badminton Stadium Shree Shiv Chattrapati Sports City in Pune, India, Jumat (24/10), Indonesia menempati posisi teratas Sub Grup X2. Hasil ini diraih setelah dua kali menang 5-0 atas Perancis dan Skotlandia.

Ganda campuran Muhammad Ulinnuha/Zenna Gozali mengawali kemenangan Indonesia di turnamen yang menggunakan format Piala Sudirman itu. Mereka taklukkan Sylvain Grosjean/Marion Luttmann 21-12 19-21 21-8.

Setelah itu, Adi Pratama mengalahkan Thomas Rouxel 18-21 21-16 21-17, dan Lindaweni Fanetri menundukkan Marie Maunoury 21-11 21-5. Dua ganda, pasangan Ryan Agung Saputra/Rendy Sugiarto dan Anneke peinya Agustine/Annisa Wahyuni, menggenapi kemenangan dengan mengalahkan Sylvain Grosjean/Maxime Michel 21-10 21-15 dan Audrey Fontaine/Marion Luttmann 21-10 21-10 secara berurutan.

Melawan Skotlandia, Indonesia menang mudah tanpa kehilangan satu game pun, karena kelima partai dimenangi seluruhnya secara straight game.

Pasangan campuran Muhammad Nur Rofii/Annisa Wahyuni menang atas Paul Van Rietvelde/Gillian Sloan 21-12 21-16, kemudian Adi Pratama menundukkan Craig Pollock 21-5 21-7, dilanjutkan kemenangan Lindaweni Fanetri atas Kirsty McLlynn  21-7 21-4.

Ganda putra Kevin Alexsander Tjoe/Angga Pratama menundukkan Martin Campbell/Angus Gilmour 21-11 21-11 dan ganda putri Wenny Setyawati/Zenna Gozali yang menang atas Gillian Sloan/Kirsty McGlynn 21-14 21-11.

Sementara tim Malaysia memuncaki Sub Grup X1 dengan memenangi pertandingan melawan Jerman 5-0 dan Republik Ceko dengan skor yang sama.

Menghadapi Malaysia pada penentuan juara Grup X, manajer tim Indonesia Yacob Rusdianto mengatakan, meski peringkat tim Malaysia lebih tinggi, namun peluang untuk meraih kemenangan 50 persen.

Ketua Pengda PBSI Jawa Timur itu berharap, tim Indonesia kali ini dapat memperbaiki hasil yang diraih tahun lalu saat menyelesaikan turnamen di urutan keenam.

Nomor beregu Kejuaraan Dunia Junior yang memperebutkan Piala Suhandinata dibagi dalam empat grup, yakni Grup W: China, Thailand, Inggris, Taiwan dan Estonia, serta Grup X yang tardiri atas Sub GrupX1: Malaysia, Republik Ceko, Jerman, dan X2: Indonesia, Skotlandia, Perancis.

Grup Y pun dibagi dalam dua Sub Grup, yakni Y1: Singapura, Rusia, Srilanka, dan Y2: India, Hong Kong dan Mauritius.

Adapun Grup Z terdiri atas Korea, Jepang, Selandia Baru, Turki, dan Kanada. Juara Grup W akan bertemu juara Grup X di semifinal, begitu pula juara Grup Z dan Y setelah sebelumnya digelar playoff antara juara Sub Grup Y1 dan Y1. Sementara tim-tim yang kalah diadu untuk menentukan peringkat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau