DPT Tanpa Papua Barat Dikhawatirkan Ganggu Logistik

Kompas.com - 25/10/2008, 00:14 WIB

JAKARTA, JUMAT - Daftar Pemilih Tetap (DPT) Nasional yang diumumkan KPU malam hari ini, Jumat (24/10), tanpa jumlah akhir pemilih di provinsi Papua Barat, dikhawatirkan mengganggu proses pengadaan logistik yang seyogianya dimulai pada bukan November mendatang.

Namun, Ketua KPU Abdul Hafidz Anshary membantah bahwa pengumuman DPT nasional yang belum lengkap ini dapat mengganggu jalannya proses pengadaan logistik. "Dari ini (jumlah pemilih dalam DPT yang diumumkan hari ini), sudah bisa dilakukan kegiatan pengadaan logistik. Dengan kata lain tidak mempengaruhi (pengadaan logistik)," ujar Hafidz di Kantor KPU, Jumat (24/10).

Menurut dia, menjelang November, pengadaan surat suara sudah bisa diprediksi berdasarkan jumlah total DPT yang diumumkan hari ini. "Misalnya saja proses tender surat suara bisa saja dimulai bulan November namun pencetakannya bisa dilakukan setelah daftar pemilih fixed semuanya," tandas Hafidz.

Sementara itu, Anggota KPU/Ketua Pokja Pemutakhiran Data Pemilih ,Sri Nuryanti, dan Anggota KPU Bidang Hukum, I Gusti Putu Artha, menyetujui pernyataan Hafidz. Mereka mengatakan jumlah total dalam DPT nasional yang diumumkan hari ini, dapat dijadikan sebagai acuan awal dalam memulai proses pengadaan logistik.

"Kita harus berhitung lebih cermat. Kalau ini dijadikan acuan nampaknya bisa ter-cover untuk Papua Barat. Kita berharap (pengadaan logistik denga tepat) bisa dilakukan," ujar Putu.

Malam ini, KPU mengumumkan DPT nasional berikut jumlah DPT Papua Barat yang ternyata belum tetap. Dalam jumlah total sementara sebesar 170.022.239 pemilih, jumlah pemilih dari Papua Barat sebesar 475.716 orang. Namun, jumlah ini masih akan berubah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau