Harga Kopi Jatuh, Ekspor Dihentikan Sementara

Kompas.com - 25/10/2008, 06:08 WIB

JAKARTA, JUMAT - Seiring dengan jatuhnya harga kopi di pasar internasional, sebaiknya ekspor kopi untuk sementara dihentikan dahulu. Prosesor dan eksportir diimbau untuk mengontrol dengan ketat penjualan kopi ke luar negeri.

Imbauan itu disampaikan Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Jumat (24/10) di Jakarta. Fahmi mengharapkan produsen kopi untuk sementara fokus pada pasar dalam negeri.

”Pemerintah mengimbau para prosesor kopi agar membeli biji kopi dari petani sebanyak-banyaknya. Jangan dijual ke luar negeri dahulu pada saat harga kopi jatuh. Setelah itu, kopi diproses dan dijual ke pasar domestik. Sisanya, biji kopi itu disimpan sebagai stok,” ujar Fahmi.

Meski menyambut positif imbauan tersebut, eksportir kopi, Benny Hermanto, meminta pemerintah lebih arif. Menurut dia, eksportir dan petani kopi saat ini membutuhkan langkah konkret pemerintah untuk mengembangkan penetrasi pasar guna mengantisipasi penurunan permintaan.

”Misalnya, mengimbau restoran dan hotel mengonsumsi kopi nasional sehingga ada pengalihan pasar untuk produk domestik. Kalau sekadar mengimbau menahan ekspor saja, tidak cukup,” kata Benny.

Saat ini ada empat negara yang menjadi produsen utama kopi dunia, yaitu Brasil, Vietnam, Kolombia, dan Indonesia. Tahun 2007, produksi kopi dunia mencapai 7.094.440 ton.

Brasil adalah produsen terbesar dengan produksi 2.024.753,1 ton (28,54 persen), disusul Vietnam 1.049.977,1 ton dan Kolombia 744.206,7 ton. Indonesia di posisi keempat dengan produksi 425.666 ton atau 6 persen dari total produksi dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau