Prabowo Temui 1.000 Petani

Kompas.com - 25/10/2008, 15:59 WIB

Laporan wartawan Kompas Anthony Lee

SALATIGA, SABTU - Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Prabowo Subianto, Sabtu (25/10), pagi menemui sekitar 1.000 petani di Kota Salatiga, Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo yang juga menjadi calon presiden Partai Gerindra menjabarkan program pertanian, termasuk pengembangan proyek bioetanol dari pohon aren.

Prabowo sempat mengkritisi distribusi pupuk dan benih bersubsidi yang tidak berpihak pada petani. Pupuk bersubsidi yang merupakan produksi perusahaan negara, dan diberi subsidi, tetapi diperdagangkan. Dia meminta pembagian pupuk dilakukan melalui kelompok tani.

"Benih bersubsidi juga kami perjuangkan dan 100 persen gratis disahkan DPR awal tahun 2007, tetapi saat kami menanyakan kepada petani ada yang belum dapat. Kami sudah menyarakan pemerintah pusat langsung kirim dalam bentuk barang, bukan uang," katanya.  

Prabowo juga mengutarakan persoalan energi nasional bisa diatasi dengan bioetanol dari pohon aren. Menurut dia, sudah ada penelitian dan uji coba yang menunjukkan potensi pohon aren sebagai bahan baku bioetanol. Dia memperkirakan dengan program 4 juta hektar pohon aren, akan memberi peluang pekerjaan hingga 24 juta orang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau