Liverpool Patahkan Rekor Chelsea

Kompas.com - 26/10/2008, 22:35 WIB

LONDON, MINGGU - Liverpool tampil gemilang pada lanjutan Premier League pekan ke-9, Minggu (26/10). Tim berjuluk The Reds ini berhasil mematahkan rekor tak terkalahkan Chelsea di kandangnya yang sudah bertahan 4,8 tahun. Sukses ini ditentukan oleh gol Xabi Alonso di menit ke-10.

Ini sukses luar biasa. Liverpool tak hanya memenangkan pertandingan besar di Premier League, tapi juga memastikan memimpin klasemen dengan mantap. Liverpool yang tadinya kalah selisih gol dari Chelsea, kini bisa menjadi pemimpin tunggal Premier League, meski untuk sementara.

Selain itu, Liverpool kini menjadi satu-satunya tim di Premier League yang tak pernah kalah. Mereka menang 7 kali dan seri 2 kali.

Para pemain Liverpool terlihat begitu girang. Mereka langsung mengangkat tangan, begitu wasit meniup peluit tanda pertandingan usai. Suporter Liverpool malah sudah seperti membuat perayaan, ketika pertandingan memasuki menit ke-80. Mereka terus berjingkrak, menjambut kemenangan yang sudah di depan mata.

Liverppool memang tampil luar biasa. Mereka bermain begitu terorganisasi dengan rapi. Itu pula yang membuat tekanan Chelsea di babak awal tak mempan.

John Terry dkk berusaha langsung menggebrak begitu pertandingan dimulai. Namun, pertahanan yang ketat dari Liverpool tak mampu mereka tembus.

Sebaliknya, Liverpool berhasil menerapkan serangan balik yang cepat dan tertata rapi. Seperti pada menit ke-10, sebuah tekanan Liverpool kurang diantisipasi pertahanan Chelsea. Sehingga, Xabi Alonso mendapat ruang tembak. Meski dari jarak jauh, tendangannya mampu mengelabuhi kiper Peter Cech dan gol, setelah sebelumnya menyentuh tubuh Bosingwa.

Ketinggalan 0-1, Chelsea berusaha mengejar. Beberapa kali Chelsea menekan, selalu gagal mencdulang gol. Kesempatan emas baru diraih Chelsea di babak kedua lewat Ashley Cole dan Franco Di Santo. Namun, tendangan kedua pemain itu masih melebar, meski ada ruang tembak yang cukup.

Meski begitu, Liverpool pun punya beberapa peluang menambah gol lagi. Peluang terbaik didapatkan Alonso kala melakukan tendangan bebas pada menit ke-61.

Tendangannya keras menyusur ke kiri gawang Chelsea. Peter Cech sudah salah antisipasi dan hanya bisa melihat. Sayang, bola hanya membentur tiang gawang.

Pada pertandingan itu, pelatih Chelsea Luiz Felipe Scolari membuat tiga perubahan. Salomon Kalou diganti pemain muda Franco Di Santo, Florent Malouda diganti Juliano belletti, dan Bosingwa diganti Scott Sinclair. Harapannya, Chelsea bisa lebih tajam.

Namun, pelatih Liverpool, Rafael Benitez menjawab dengan strateginya. Dia memasukkan Ryan Babel menggantikan Robbie Keane, Lucas Leiva mengganti Dirk Kuyt, dan Sami Hyypia mengganti Alberto Reira. Hasilnya, pertahanan Liverpool makin tangguh dan serangan Chelsea semakin sulit menembus. (HPR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau