JAKARTA, SENIN - PT PLN (persero) berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 3 triliun untuk membiayai pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 10.000 MW.
"Krisis finansial yang melanda AS telah berdampak terhadap langkanya likuiditas di perbankan nasional, oleh karena itu PLN akan meluncurkan obligasi senilai Rp3 triliun guna membiayai pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 10.000 MW," kata Dirut PT PLN, Fahmi Mochtar di Jakarta, Minggu (26/10).
Dikatakannya, PLN sangat berharap obligasi Rp 3 triliun dapat dipenuhi dari dana pensiun seluruh di Indonesia. Fahmi Mochtar mengatakan, pada acara peringatan hari Listrik Nasional ke 63 dan Genemetrik terdapat rangkaian program PLN yang bersifat eksternal dan internal.
"Program eksternal diantaranya adalah pengembangan community development dan Community Society Responsbility sedang program internal diantaranya pengembangan peningkatan kinerja, pembinaan mitra kerja dan pembinaan pemuda peduli listrik," ujar Fahmi.
Sementara itu Direktur Keuangan PLN Setio Dewo Anggoro menjelaskan, walaupun terjadi krisis keuangan, namun PLN masih punya investor yang loyal.
Dikatakannya, kalau mengandalkan dana dari perbankan tentunya agak sulit karena saat ini perbankan sedang mengalami kesulitan likuiditas. "Begitupun dengan dana asuransi, satu-satunya harapan kami adalah dari dana pensiun untuk menambah kekurangan biaya operasional PLN," ujarnya.
PLN rencananya akan membangun pembangkit listrik berkapasitas 10 ribu MW dengan membutuhkan dana sebesar Rp 3 triliun. "PLN sekarang akan menerbitkan obligasi guna pembiayaan operasional pembangunan pembangkit listrik," tuturnya.
PLN kini sedang melakukan audit internal yang nantinya akan dilaporkan kepada Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam). "Hasil audit diupayakan selesai tanggal 28 Oktober 2008, guna disampaikan ke Bapepam untuk diberikan persetujuan karena ada beberapa investor yang masih loyal kepada PLN," ujarnya.
Dewasa ini underwriter yang akan menerbitkan obligasi PLN meliputi tiga perusahaan securitas yakni Trimegah Securitas, Danareksa Securitas, dan Indoprimer.
Selain berharap pada investor lokal, Setio juga mengatakan bahwa PLN juga akan menarik investor asing dalam pembangunan pembangkit listrik tersebut.
"Kami sedang melakukan upaya negosiasi dengan beberapa investor asing, karena masih ada beberapa investor asing seperti investor dari China, Timur Tengah, dan Jepang," demikian Setio.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang