Jelang Eksekusi, Pengamanan Cilacap Ditingkatkan

Kompas.com - 27/10/2008, 09:53 WIB

CILACAP, SENIN — Menjelang pelaksanaan eksekusi bagi tiga terpidana mati kasus bom Bali I, Amrozi, Mukhlas alias Ali Ghufron, dan Imam Samudra, pengamanan sejumlah obyek vital nasional di Cilacap mulai ditingkatkan.

Dari pantauan di sejumlah obyek vital nasional di Cilacap, Senin (27/10), peningkatan pengamanan pihak kepolisian tampak dari penambahan personel dan penempatan mobil water canon antara lain di Kilang Pertamina Unit Pengolahan (UP) IV Cilacap.
     
Kepala Seksi Media Hubungan Pemerintah dan Masyarakat (Hupmas) Pertamina UP IV Cilacap Kurdi Susanto saat dihubungi melalui pesawat selulernya membenarkan adanya peningkatan pengamanan dari kepolisian.
     
"Seperti yang pernah saya sampaikan sebelumnya bahwa Kapolres Cilacap menyatakan akan meningkatkan pengamanan di semua obyek vital nasional yang ada di Cilacap menjelang pelaksanaan eksekusi bagi tiga terpidana mati tersebut," katanya.
     
Meski demikian, dia mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah personel kepolisian yang telah diterjunkan untuk melakukan pengamanan di Pertamina UP IV Cilacap.
     
Selain pengamanan oleh kepolisian, kata dia, Pertamina UP IV juga meningkatkan pengamanan internal sesuai prosedur tetap yang ada.
     
Sementara itu, peningkatan pengamanan juga tampak di pabrik semen Holcim dan PLTU Cilacap. Field Manager PLTU Cilacap Sutikno membenarkan adanya penempatan satu unit mobil water canon di pembangkit listrik tersebut. Menurut dia, mobil water canon tersebut datang pada Minggu sekitar pukul 13.00, bersama satu peleton polisi.
     
Sebelumnya, Polres Cilacap menyatakan siap menjaga wilayahnya saat pelaksanaan eksekusi bagi tiga terpidana mati tersebut. "Kita siap mengamankan wilayah ini pada proses eksekusi terhadap trio bom Bali I," kata Kapolres Cilacap AKBP Teguh Pristiwanto di Cilacap, Selasa (21/10).
     
Ia mengatakan, hal tersebut sebagai antisipasi terhadap kemungkinan adanya gejolak di Cilacap. Menurut dia, saat ini yang paling banyak membutuhkan pengamanan adalah sejumlah obyek vital yang ada di Cilacap, antara lain Pertamina, Semen Holcim, dan PLTU.
     
Disinggung mengenai jumlah personel yang diterjunkan untuk pengamanan tersebut, dia mengatakan, sedikitnya ada 700 personel yang disiagakan. "Untuk persiapan pengamanan kali ini kita belum membutuhkan personel tambahan dari Polwil Banyumas ataupun Polda Jawa Tengah," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau