Asia Pasifik Merajai Kunjungan Wisata Indonesia

Kompas.com - 27/10/2008, 10:50 WIB

SOLO, SENIN - Kunjungan wisata asing ke Indonesia dua tahun terakhir ini lebih didominasi oleh negara-negara Asia Pasifik. Salah satunya yang cukup melejit adalah jumlah kunjungan wisatawan dari China, naik dari 60.000 pengunjung pada tahun 2006 menjadi 140.000 pengunjung pada 2007.

"Setiap pemerintah daerah maupun agen wisata perlu segera mengubah target pasar mereka. Tinggalkan Amerika dan Eropa, beralih ke negara-negara di Asia, Australia dan negara-negara sekitar pasifik," kata Ketua Promosi dan Pemasaran Wisata Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pariwisata Eddy Sunyoto, di Solo, Senin (27/10).

Kehadiran Edy di Solo adalah untuk mengikuti Borobudur Mart, sebuah program promosi pariwisata Jawa Tengah. Acara Borobudur Mart itu sendiri berlangsung di Solo dan Semarang. Lebih lanjut Eddy mengatakan, selama ini jumlah wisatawan asing tertinggi di Indonesia masih berkisar antara Australia dan Jepang. Jumlahnya berkisar 300.000 per tahun.

"Jepang dan Australia setiap tahun selalu bersaing. Kadang yang tertinggi Australia, tapi kadang pula Jepang," katanya. Menurut Eddy, beberapa faktor yang memengaruhi kondisi itu adalah kemudahan transportasi dan jarak dari negara para wisatawan ke Indonesia.

Faktor lainnya adalah kondisi perekonomin dunia, seperti saat ini Amerika dan Eropa sedang mengalami krisis ekonomi. Sebaliknya negara-negara Asia dan Pasifik relatif lebih stabil. "Pertumbuhan ekonomi Asia sekarang pun cukup baik. Contohnya, China tahun ini bisa masuk lima besar dalam wisatawan asing terbesar yang datang ke Indonesia. Belanda dan Amerika malah masuk dalam urutan sekitar 12 dan 13," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau