Dalam Sekejap Keterpencilan Bukan Lagi Masalah

Kompas.com - 27/10/2008, 14:33 WIB

CIMAHI, SENIN - Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf meresmikan peluncuran Sekolah Terpencil Berbasis Information Technology (STBI) dalam kunjungan ke SDN Cipageran Mandiri 1, Senin (27/10).

Dalam kunjungan tersebut, dilaksanakan konferensi video dengan sponsor salah satu perusahaan telekomunikasi dengan Wakil Bupati Ciamis Dedy Sobandi yang berada di SDN Bangunjaya, Kecamatan Langkaplancar, Ciamis.

Sebelumnya, Dede berujar bahwa keterpencilan akibat keterbatasan akses masih menjadi masalah yang dihadapi dunia pendidikan di 17 kabupaten/kota di Jawa Barat. Dengan teknologi, keterpencilan sudah bisa disibak sambil menunggu Pemerintah Provinsi Jawa Barat bisa membuka akses yang memang membutuhkan waktu yang panjang.

Dalam konferensi video selama 45 menit tersebut, Dede mengharapkan agar sekolah yang ada di daerah terpencil bisa memperoleh kesetaraan pendidikan dengan bantuan teknologi. Proyek ini merupakan purwarupa sebelum diterapkan di daerah lainnya.

Kesempatan konferensi jarak jauh langsung dengan Wagub ternyata juga dimanfaatkan oleh seorang guru bantu yang mengadukan keinginannya agar guru bantu seperti dia bisa diterima sebagai pegawai negeri sipil.

Magnet Dede Yusuf sebagai artis pun ternyata belum luntur juga, usai acara dia dikerubuti puluhan guru, terutama perempuan, dan meminta agar berfoto bersama.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau