Wapres: Harga BBM Ditentukan 3 Faktor

Kompas.com - 27/10/2008, 19:19 WIB

JAKARTA, SENIN - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menyatakan, keputusan pemerintah menurunkan atau tidak harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri sekarang ini, setidaknya ditentukan oleh tiga faktor. Demikian disampaikan Wapres Kalla saat dihubungi Kompas, seusai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (27/10) di Jakarta.

"Turun naiknya harga BBM ditentukan oleh tiga faktor. Pertama, harga minyak mentah dunia rata-rata selama setahun. Kedua, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan ketiga besaran subsidi BBM di APBN. Pemerintah masih melihat tiga faktor tersebut," ujar Wapres Kalla.

Kalla sendiri tidak merinci hasil pertemuannya dengan Presiden Yudhoyono selama hampir satu jam itu. Ia mengaku hanya melaporkan situasi terakhir ekonomi dan langkah yang diambilnya selama Presiden berada di China.

Wapres Kalla sebelumnya memperkirakan, harga BBM saat ini masih belum dimungkinkan untuk turun. "Sebab, selain harga minyak mentahnya masih belum stabil, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS juga sekarang ini melemah sehingga biaya pembelian minyak mentah pemerintah dalam rupiah akan meningkat," kata Wapres.

Apalagi, tambah Wapres Kalla, sekarang ini Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Dunia (OPEC) akan menurunkan produksi minyak mentahnya sampai 2 juta barrel per hari sehingga harga minyak mentah dunia diperkiarakan akan merambat naik lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau