JAKARTA, SENIN - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menyatakan, keputusan pemerintah menurunkan atau tidak harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri sekarang ini, setidaknya ditentukan oleh tiga faktor. Demikian disampaikan Wapres Kalla saat dihubungi Kompas, seusai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (27/10) di Jakarta.
"Turun naiknya harga BBM ditentukan oleh tiga faktor. Pertama, harga minyak mentah dunia rata-rata selama setahun. Kedua, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan ketiga besaran subsidi BBM di APBN. Pemerintah masih melihat tiga faktor tersebut," ujar Wapres Kalla.
Kalla sendiri tidak merinci hasil pertemuannya dengan Presiden Yudhoyono selama hampir satu jam itu. Ia mengaku hanya melaporkan situasi terakhir ekonomi dan langkah yang diambilnya selama Presiden berada di China.
Wapres Kalla sebelumnya memperkirakan, harga BBM saat ini masih belum dimungkinkan untuk turun. "Sebab, selain harga minyak mentahnya masih belum stabil, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS juga sekarang ini melemah sehingga biaya pembelian minyak mentah pemerintah dalam rupiah akan meningkat," kata Wapres.
Apalagi, tambah Wapres Kalla, sekarang ini Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Dunia (OPEC) akan menurunkan produksi minyak mentahnya sampai 2 juta barrel per hari sehingga harga minyak mentah dunia diperkiarakan akan merambat naik lagi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang