KPU Segera Coret Empat Caleg Bermasalah

Kompas.com - 27/10/2008, 20:00 WIB

JAKARTA,SENIN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera mencoret empat dari 13 calon anggota legislatif yang terindikasi kuat melakukan pidana pemalsuan ijazah dalam proses pendaftaran caleg. Empat caleg itu dinilai tidak bisa dimaafkan lagi kesalahannya dalam memberikan ijazah yang asli.

Anggota Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu), Bambang Eka Cahya Widada mengatakan Selasa (28/10) siang sekitar pukul 13.00, Bawaslu bersama dengan KPU akan menyerahkan 13 nama caleg yang bermasalah dengan keaslian ijazah. "Tapi ini tetap butuh keahlian polisi untuk membuktikannya," ujar Bambang usai rapat pleno dengan KPU di Jakarta, Senin (27/10).

Mengenai kemungkinan nama Ketua Umum PNI Marhaenis Sukmawati Soekarnoputri yang disebut-sebut juga terindikasi padahal yang bersangkutan juga sudah mengundurkan diri, Bambang mengatakan hal itu tidak bermasalah. "Masih tetap dilaporkan. Mundur itu keputusan politisnya tapi kita tetap menduga beliau telah memasukan ijazah untuk pencalegan," ujar Bambang.

Sementara itu, Ketua KPU Abdul Hafidz Anshary mengatakan KPU tak segan-segan mencoret caleg bermasalah dari DCS jika hasil klarifikasi Mabes Polri nantinya membuktikan ijazah mereka benar-benar palsu. Untuk itu, besok KPU akan berkoordinasi dengan Mabes Polri mengenai dugaan ini dan berdasarkan UU Pemilu, Bawaslu-lah yang berwenang untuk melaporkannya.

"Sebagian besar dari partai baru," ujar Hafidz. Salah satu metode kasus dugaan ijazah palsu ini seperti yang dilakukan oleh seorang caleg artis yang menamatkan kuliahnya dari Italia. "Nama di KTP-nya beda dengan surat keterangan dari pimpinan akademi yang bersangkutan di Italia. Dia mengatakan untuk proses ijazahnya panjang prosesnya padahal tamatnya 1997. Sampai saat ini belum kami terima (ijazah aslinya)," tutur Hafidz.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau