JAKARTA, SENIN- Harga BBM diperkirakan akan turun sekitar 18 persen tahun 2009 mendatang. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR Harry Azhar Aziz di DPR Jakarta, Senin (27/10).
"Tahun 2009 pasti turun, karena harga minyak turun 80 dolar per barel, saya kira harus sudah turun," kata Harry.
Harry mengatakan, angka rasional untuk harga BBM premium setidaknya turun menjadi Rp 5.000, atau minimal turun sekitar Rp 500-Rp 1.000 atau sekitar 18 persen. "Dulu kan naik 27,8 persen. Turun 18 persen saya kira masih bisa," ujarnya.
Jika harga BBM turun 18 persen, APBN 2009 tidak akan terpengaruh. Pasalnya, dalam APBNP 2008 pemerintah menaikkan angka kisaran Indonesia Crude Price (referensi harga minyak mentah pemerintah) menjadi 115 dolar per barel dari 95 dolar per barel.
"Waktu itu sudah kita kasih risiko fiskal 5 dolar. Saya kira ada penghematan di situ," tutur Harry.
Menurut Harry, telah terjadi penghematan sekitar Rp 10 triliunan. Masalahnya, kata Harry, dalam perumusan APBN-P tidak terdapat penurunan harga BBM dan hanya menaikkan BBM karena saat itu hanya memperkirakan adanya kenaikan harga. "Itu tidak benar. Nah itu yang kemudian kita usulkan untuk menurunkan BBM," ujar Harry.
Menurut Harry, penurunan harga BBM harus diiringi penurunan tingkat inflasi hingga dibawah 6,2. Pasalnya, ongkos produksi dan harga barang turun dan daya beli masyarakat naik. "Ini terefleksi dari inflasi itu tadi," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang