Dubes Australia Temui Jaksa Agung

Kompas.com - 27/10/2008, 21:30 WIB

JAKARTA, SENIN - Menjelang eksekusi tiga terpidana mati pelaku bom Bali I, Duta Besar Australia Bill Farmer menemui Jaksa Agung Hendarman Supandji di kantor Kejaksaan Agung (Kejagung), Senin (27/10). Namun Kejagung membantah, pertemuan tersebut tidak membahas rencana eksekusi Amrozi. Melainkan rencana ekstradisi koruptor Indonesia yang berada di Australia yakni Adrian Kiki Ariawan.

"Dalam pembicaraan tersebut (Jaksa Agung dan Dubes Australia). Tidak ada," tegas Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, M Jasman Panjaitan di Kejagung, Jakarta.

Dijelaskan Jasman, dalam pertemuan tersebut, Bill Farmer menyatakan kesediaannya membantu pemerintah RI dalam mengembalikan terpidana Adrian Kiki ke Indonesia. Pemilik Bank Surya yang divonis hukuman seumur hidup tersebut, kini berada di Australia. "Statusnya, dalam pengawasan pemerintah Australia," lanjut Jasman.

Untuk mengekstradisi Adrian, pemerintah Australia membutuhkan surat dari pemerintah RI dalam hal ini diwakili oleh Departemen Hukum dan HAM. Jika surat tersebut sudah diterima pemerintah Australia, maka pemerintah Australia segera memulangkan Adrian Kiki ke Indonesia.

Menurut Jasman, Kejagung sudah melayangkan surat ke Depkumham. Namun hingga kini, pihaknya belum tahu apakah surat tersebut dijawab atau belum.

Apakah kesediaan Australia memulangkan Adrian Kini adalah bagian dari barter dengan eksekusi Amrozi Cs? "Tidak ada dibicarakan tentang itu (eksekusi Amrozi Cs-Red). Kedatangan hanya murni soal itu (pemulangan Adrian Kiki-Red)," tegas Jasman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau