Ricuh, Persik Lawan PSMS Medan

Kompas.com - 27/10/2008, 23:10 WIB

KEDIRI, SENIN - Pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia antara Persik Kediri melawan PSMS Medan di Stadion Brawijaya, Kediri, Senin (27/10) malam, ricuh. Seorang pemain mengalami cedera akibat pukulan, sementara itu wasit dihujani lemparan botol oleh pen onton.

Sekitar 150 personel anggota Kepolisian Resor Kota Kediri yang berjaga di dalam maupun luar stadion, tak mampu berbuat banyak. Insiden terjadi beberapa menit setelah pertandingan berakhir, dimana posisi pemain sebagian masih berada di tengah lapangan dan sebagian lagi berkumpul di pinggir.

Tidak jelas siapa yang memulai, tiba-tiba Erwinsyah Hasibuan, pemain PSMS Medan dengan nomor punggung dua, jatuh tersungkur di tepi lapangan. Menurut keterangan yang dihimpun Kompas, ia mengalami cedera setelah mendapat pukulan langsung dari salah satu pemain Persik Kediri.

Pada saat yang sama, di bagian lain stadion, wasit Suprihatin yang memimpin pertandingan, dilempar botol oleh sejumlah penonton yang berada di tribun. Untung, lemparan tersebut tidak mengenai korban, sehingga tidak mengakibatkan cedera.

Melihat pemainnya terluka Manajer PSMS Medan Sihar PH Sitorus tidak terima. Ia berniat melaporkan pemukulan itu sebagai tindak kriminal kepada pihak kepolisian selain melaporkan masalah tersebut ke Komdis dan Badan Liga Sepakbola Indonesia.

"Saya akan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dan meminta visum dokter. Kami tetap berprinsip pada sportivitas, jadilah pemenang yang baik karena kami juga menjadi pecundang yang baik," ujarnya.

Sementara itu, Manajer Persik Kediri Iwan Boedianto tidak berani berkomentar banyak soal insiden pemukulan yang dilakukan pemainnya. Alasannya ia tidak mengetahui persis kejadiannya. Selain itu, ia ingin menghormati asas praduga tidak bersalah sekalipun itu terhadap pemainnya sendiri.

Kericuhan dipicu oleh sikap wasit selama memimpin pertandingan yang dinilai merugikan kedua belah pihak. Wasit dinilai tidak profesional sehingga memicu emosi pemain.

Pada pertandingan tersebut Persik Kediri berhasil mengungguli tim tamunya PSMS Medan dengan skor 2-1. PSMS Medan sempat unggul lebih dulu dengan memimpin pertandingan di babak pertama lewat gol Afan Lubis pada menit ke 38.

Akan tetapi, setelah istirahat turun minum dan babak kedua dimulai, PSMS Medan yang mencoba mengimbangi kekuatan Persik mulai kewalahan. Gawang yang dijaga ketat oleh Ghali Sudaryono berhasil dijebol Cristian Gonzales pada menit ke 72.

Di menit terakhir tepatnya menit ke 85, Persik Kediri berhasil menambah angka melalui gol kedua yang diciptakan oleh Cristian Gonzales, memanfaatkan umpan lambung dari Agus Susanto yang masuk menggantikan Danillo Fernando pada babak kedua.

"Terkait pertandingan itu sendiri, baik pelatih Persik Arcan Iurie maupun pelatih PSMS Erick William mengaku cukup puas. PSMS memang ingin bikin kejutan dan nyaris berhasil," ujar Erick.

Sedangkan Arcan mengatakan bahwa permaian kedua tim sangat bagus. Persik sempat terlihat kelelahan di awal pertandingan karena memang baru pulang dari Papua. Akan tetapi pada babak kedua, stamina pemain mulai meningkat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau