Ciptakan Harmoni Lewat Pesparawi Mahasiswa

Kompas.com - 28/10/2008, 02:01 WIB

SALATIGA, KOMPAS - Pesta Paduan Suara Gerejawi Mahasiswa Nasional X diharapkan mampu menciptakan harmoni antar-perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia. Kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kemampuan mahasiswa Indonesia yang selama ini dinilai perusahaan masih kurang.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Fasli Jalal saat pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Mahasiswa Nasional X di Stadion Kridanggo, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Senin (27/10). Kegiatan tersebut akan berlangsung di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga hingga 2 November mendatang.

”Harmoni ini tidak akan pernah berhenti untuk dicapai karena akan selalu muncul tantangan baru. Bayangkan, ada 4,3 juta mahasiswa di 2.857 perguruan tinggi dengan latar belakang yang berbeda-beda,” katanya.

Fasli Jalal mengatakan, dalam Pesparawi, harmoni ini dapat terlihat dari peserta yang berasal dari latar belakang yang beraneka ragam. Ada yang berasal dari perguruan tinggi negeri, ada yang swasta. Ada yang berasal dari perguruan tinggi kecil, ada yang raksasa. Bahkan mereka yang tampil menyanyi dalam Pesparawi juga ada yang beragama Islam, Hindu, dan Buddha.

Rektor UKSW Salatiga Prof Dr Kris Herawan Timotius berharap kegiatan ini bisa menjadi sarana mewujudkan kerukunan antarumat beragama.

Pesparawi X ini diikuti 39 perguruan tinggi negeri dan swasta dari sejumlah daerah, seperti Papua, Maluku, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, dan DKI Jakarta. Mereka akan bertanding dalam tiga kategori, yaitu Musica Sacra, Gospel, serta Folklore.(GAL)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau