SU 007 Resmi Dibatalkan, Pengeluaran Negara Menciut

Kompas.com - 28/10/2008, 10:58 WIB

JAKARTA,SELASA - Beban pemerintah di dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2009 bakal lebih ringan. Soalnya, kesepakatan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengenai Surat Utang (SU) 007 resmi dibatalkan. Sehingga, pemerintah dan BI tetap pada keputusannya untuk merestrukturisasi SU 002 yang semula bunganya 1 persen dan SU 004 dengan bunga 3 persen, bunganya hanya menjadi 0,1 persen.

Koordinator Panitia Kerja Belanja Pusat DPR yang membahas RAPBN 2009 Harry Azhar Azis mengatakan, karena adanya restrukturisasi SU 002 dan SU 004 itulah maka bakal terjadi penghematan belanja pemerintah sebesar Rp 1,8 triliun.
 
Harry melanjutkan, di dalam rapat yang digelar tadi malam tersebut kalau pemerintah yang diwakili Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur BI Boediono juga sepakat penghapusan SU007 yang semula bunganya ditetapkan 0,1 persen.

"Itu berarti, akan ada penghematan belanja dari pembatalan SU 007 sebesar Rp 538 miliar. Maka total penghematan belanja pemerintah tahun dari restrukturisasi 002 dan 004 serta pembatalan SU 007 adalah sebesar Rp 2,33 triliun," jelas Harry, Selasa (28/10). (Martina Prianti)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau