JAKARTA, SELASA -Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai pelaksanaan program pembelian kembali (buy back) saham kurang efektif untuk membantu penguatan pasar."Buy back tidak banyak membantu penguatan pasar, " kata Direktur Pencatatan BEI Eddy Sugito, sebelum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT BEI, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (28/10).
Menurut Eddy, diperlukan strategi khusus dalam melakukan buy back karena arus yang ingin di lawan adalah ketidakstabilan pasar global. "Yang penting ini perlu strategi khusus," ujarnya.
Eddy menuturkan program buy back ibarat melawan ombak besar di laut. Resikonya, kata Eddy, kemungkinan untuk bertahan lebih kecil dan justru akan akan terseret ombak."Kita lebih baik cari aman saja dengan tidak terlalul ngotot begitu besar-besaran buy back," ujar Eddy.
Untuk melawan pasar, nilai hasil buy back terbilang kecil karena buy back diprioritaskan untuk BUMN yang capitalnya besar. Sedangkan BUMN yang memiliki capital besar tidak banyak.
Selain itu, posisi perusahaan akan semakin sulit karena dana buy back berasal dari dana pinjaman. "Dana buy back sendiri kan bukan dana dari internal, tetapi dana pinjaman .Itu akan sangat sulit,"kata Edyy.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang