Hujan Angin, 80 Tahun Sumpah Pemuda Ditunda

Kompas.com - 28/10/2008, 15:58 WIB

Laporan Wartawan Kompas Wisnu Nugroho A

JAKARTA, SELASA — Hujan deras disertai angin yang mengguyur sekitar kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) membuat peringatan 80 Tahun Sumpah Pemuda di halaman gerbang utama TMII, Jakarta, Selasa (28/10), ditunda. Penundaan dilakukan sampai hujan mereda.

Pengumuman penundaan acara peringatan disampaikan tepat pukul 15.30 pada saat seharusnya acara dimulai. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menghadiri acara beristirahat di ruang tunggu menunggu hujan reda.

Selama hujan turun disertai angin ribut dan petir, gapura hiasan di panggung utama roboh. Sistem tata suara yang ada di sekitar panggung diselamatkan agar tidak roboh. Semua sistem suara ditutup plastik dan terpal menghindarkan korsleting.

Semua tamu terhormat yang duduk di barisan kursi pertama lari berhamburan menghindari cipratan air hujan. Mereka antara lain kelompok penyanyi Bimbo dan Andy F Noya.

Sampai saat ini hujan masih lebat turun. Sebagain undangan mulai menggulung celana panjang atau rok panjangnya. Air yang deras mengalir di seluruh tempat yang dipakai untuk acara. Semua menunggu sampai hujan mereda untuk dimulainya acara meskipun sudah basah kuyup semua.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau