Dua Caleg Dipastikan Dicoret

Kompas.com - 28/10/2008, 18:58 WIB

JAKARTA, SELASA - Dua orang calon anggota legislatif dipastikan akan dicoret dari Daftar Calon Tetap (DCT) menjelang pengumumannya pada Jumat (31/10). Dua caleg ini terbukti melakukan pemalsuan ijazah sebagai dokumen dalam berkas pencalegan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Anggota KPU/Ketua Pokja Bidang Verifikasi Parpol, Andi Nurpati mengatakan dua caleg ini merupakan bagian dari 13 caleg yang diduga bermasalah dengan ijazah. Namun Andi masih enggan menyebutkan namanya. Nama enam caleg, termasuk dua caleg ini, sudah diserahkan oleh KPU ke Bawaslu dan terindikasi kuat melakukan pemalsuan ijazah. Bawaslu juga akan segera melakukan klarifikasi untuk segera diteruskan ke Mabes Polri.

"Namun, atas kewenangan KPU dan bukti-bukti yang kuat, dua orang ini dipastikan dicoret dari DCT," ujar Andi di Jakarta, Selasa (28/10).

Tujuh orang sisanya masih belum dilaporkan KPU ke Bawaslu karena bukti awalnya masih lemah. Pada dasarnya, menurut Andi, dalam rapat koordinasi yang dilakukan KPU, Bawaslu dan Mabes Polri siang hingga sore tadi, KPU maupun Bawaslu tidak melaporkan nama-nama caleg yang diduga memalsukan ijazah kepada Mabes Polri.

Dalam pertemuan tersebut, Mabes Polri menegaskan bahwa Bawaslu harus menyertakan surat keterangan dari KPU bahwa ijazah bermasalah itu memang dipakai dalam proses pencalegan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau