Inovasi Tingkatkan Perlindungan Batik

Kompas.com - 28/10/2008, 22:30 WIB

SOLO, SELASA--Inovasi yang terus-menerus akan meningkatkan perlindungan terhadap batik karena batik yang dihasilkan akan sulit ditiru pihak lain. Inovasi ini terutama terhadap motif batik. Sifat batik yang diproduksi secara massal cenderung membuka peluang terjadinya penjiplakan.

Tidak hanya itu, inovasi yang dilakukan harus pula diiringi dengan pencatatan yang baik dan lengkap terhadap batik yang dihasilkan agar menjadi dokumentasi pendukung dari aspek indikasi geografis. Indikasi geografis menjadi salah satu alat untuk melindungi pusaka nonbendawi (intangible heritage) seperti batik.

Pakar Keuangan Publik dan Ekonomi Budaya dari Universitas Turin, Italia, Walter Santagata, mengatakan hal itu dalam Konferensi Kota- kota Pusaka Dunia (World Heritage Cities Conference/WHCC), Senin (27/10) di Solo.

"Jika setiap waktu kita menghasilkan batik yang selalu berbeda dari sebelumnya, orang lain akan sulit meniru karya kita," katanya. Pembicara lainnya, Laretna Adishakti, mengatakan, batik tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan sandang, tetapi juga sebagai bahan penghias interior.

"Kami menyadari, produksi adalah bagian dari upaya konservasi," kata Kepala Bidang Pendidikan dan Pusaka Saujana, Badan Pelestarian Pusaka Indonesia, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tersebut.

Mengenai hak kekayaan intelektual atas batik, penasihat dalam Kreativitas Tradisional, Kebudayaan dan Warisan Budaya Nonbendawi pada Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia Perserikatan Bangsa- bangsa (UN WIPO), Simon Legrand, mengatakan, batik ditemukan di berbagai negara sehingga sulit menentukan siapa pemilik batik sebenarnya.

Mantan Dirjen Hak Kekayaan Intelektual Departemen Hukum dan HAM Achmad Zen Umar Purba mengatakan, batik tidak dapat diklaim kepemilikannya oleh seseorang atau suatu negara, berbeda dengan motif batik. (eki)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau