Bantalan Rel Rusak, Kereta Melaju Lambat

Kompas.com - 29/10/2008, 15:32 WIB

BOJONEGORO, RABU - Sekitar 200 bantalan rel rusak akibat anjloknya kereta barang KA 1004 A berlog 61115 yang dikemudikan masinis Abdul Khalik (45) warga Turi Surabaya di Desa Leran Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro Selasa (28/10) sekitar pukul 17.15 lalu.

Jalur kereta Surabaya-Jakarta di tempat anjloknya dua gerbong kereta baru bisa dilintasi pada pukul 06.08 oleh KA Kertajaya.

Kepala Stasiun Bojonegoro Joko Mardi Gutomo Rabu (29/10) mengatakan meskipun saat ini sudah normal namun laju kereta harus diperlambat saat memasuki lintasan bekas anjloknya kereta api.

Evakuasi gerbong kereta yang anjlok memakan waktu 14 jam. Akibatnya perjalanan kereta dari Surabaya maupun Jakarta terhambat, seperti KA Kertajaya, KA Gumarang, KA Sembrani jurusan Surabaya-Jakarta dan KA Argo Angrek Jakarta-Surabaya. Bahkan pada Selasa malam sekitar 500 penumpang protes dan ingin mengembalikan tiket.    

Kepala Seksi Operasional Daerah Operasi (Daop) IV Semarang Subiyono mengatakan lintasan rel yang rusak sehingga puluhan karyawan dari Semarang dilibatkan untuk mengevakuasi gerbong kereta yang anjlok. "Kereta anjlok karena bantalan rel yang belum diganti telah rapuh. Evakuasi lama karena anjloknya KA merusak bantalan rel. Evakuasi memakan waktu 12 jam," kata Subiyono.    

Untuk evakuasi dua gerbong KA barang yang anjlok ditarik ke Stasiun Bojonegoro. Sepuluh gerbong lainnya ditarik ke Stasiun Cepu Blora Jawa Tengah. Selain mengangkat dan menarik gerbong yang anjlok, bantalan rel yang hancur diperbaiki."Untuk sementara memakai bantalan sementara dan menaburkan kembali butiran batu kerikil penguat rel yang berhamburan. Kami juga pasang tanda peringatan perlambat laju kereta saat memasuki lintasan rel tempat anjloknya kereta," katanya menjelaskan.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau