Kencani Cewek Ingusan, Bule AS Dibekuk

Kompas.com - 29/10/2008, 17:20 WIB

PHNOM PENH,RABU-Seorang bule asal AS ditangkap polisi Kamboja dengan tuduhan melakukan hubungan seks dengan dua gadis di bawah umur negara itu.

Menurut pejabat polisi Kamboja, Mayor Jenderal Bith Kimhong, tersangka bernama Michael Hames Dodd (59) asal Washington DC ditangkap di rumah kontrakannya di Phnom Penh, ibukota Kamboja, Minggu (26/10).

Saat menggeledah, polisi menemukan dua cewek ingusan berusia 13 dan 14 tahun bersama Dodd. Jaksa penuntut Sok Kalyan mengatakan Dodd mulai dihadirkan di pengadilan, Selasa (28/10). Jika terbukti bersalah, Dodd bisa dipenjara maksimal 10 tahun. Pengacara Dodd, So Dara, menegaskan kliennya menolak semua dakwaaan itu.

Komboja sejak lama menjadi tempat tujuan kaum pedofilia asing karena kemiskinan merajalela dan lemahnya penegakan hukum. Namun, aparat penegak hukum Kamboja mulai gencar memerangi kejahatan seks itu dalam beberapa tahun terakhir.

Dodd masuk daftar pelaku kejahatan seksual dalam situs Departemen Penegakan Hukum Negara Bagian Florida di AS. Daftar itu menyebut alamat terakhir Dodd adalah Syracuse, New York. Tidak jelas apakah pria tersebut, yang didakwa melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak pada Juli 2002, adalah pria sama ditangkap di Phnom Penh.
       

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau