Belanja PU Kelar Akhir Tahun Depan

Kompas.com - 29/10/2008, 18:09 WIB

JAKARTA, RABU - Penyerapan anggaran Departemen Pekerjaan Umum (PU) diperkirakan mampu mencapai lebih dari 90 persen pada akhir 2009 mengingat sampai dengan akhir September 2008 sudah mencapai 60 persen.
   
"Saya sudah minta kepada semua pimpinan  di lapangan mempercepat
belanja, serta jangan sampai macet," kata Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, di Jakarta, Rabu (28/10), usai mendampingi Presiden RI meninjau pameran Konstruksi Indonesia 2008.
   
Dia mengatakan, dari Rp28 triliun alokasi anggaran Departemen PU untuk infrastruktur sejauh ini sudah terserap 60 persen. Sedangkan, fisik pekerjaan sudah mencapai 75 persen. Sehingga, sampai akhir tahun untuk waktu yang tersisa tinggal dua bulan lagi penyerapan anggaran bisa 93-95 persen bahkan fisik bisa 98 persen, kata Menteri PU optimis.
   
Terkait dengan krisis ekonomi, Menteri PU mengatakan, sejauh ini hampir semua pekerjaan konstruksi sudah diselesaikan tanpa mengalami gangguan termasuk Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).
   
PNPM yang berada di bawah koordinasi Menko Kesra melalui PNPM Mandiri telah disetujui untuk terus dilanjutkan sampai dengan 2009 sebagai antisipasi kesulitan masyarakat akibat krisis ekonomi, ujar Menteri PU.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau