Kenalai Gejala Stroke Subklinis

Kompas.com - 29/10/2008, 20:15 WIB

YOGYAKARTA, RABU - Risiko kematian maupun cacat akibat terkena stroke bisa berkurang jika penyakit ini ditangani sejak dini. Untuk itu, semua orang yang rentan terkena stroke harus belajar mengenali gejala penyakit ini sejak awal.

Dokter spesialis penyakit saraf Laksmi Asanti mengatakan, selain stroke berat yang selama ini sudah banyak dikenal, dalam dunia kedokteran ada istilah stroke subklinis. Ini adalah fase ketika penyumbatan di otak seseorang tidak menyebabkan gejala kelumpuhan akut. Oleh karena itu, gejalanya seringkali tidak dikenali.

"Ini adalah stroke, tapi orang tidak tahu bahwa itu stroke," jelasnya saat memberi penyuluhan kesehatan dan pelatihan deteksi dini penyakit stroke, dalam rangka Hari Stroke Sedunia, Rabu (29/10) di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta.

Gejala stroke subklinis ini antara lain berupa perubahan kepribadian seperti mendadak depresi, perubahan emosi seperti mudah marah, gangguan memori seperti tiba-tiba tidak bisa menghitung angka, sulit memakai sandal , sulit mengambil keputusan yang sederhana dan sebagainya. Jika pada suatu pagi seseorang terbangun dengan gejala seperti itu, ia harus mulai waspada.

Menurut Laksmi, stroke jenis ini terjadi lima kali lebih sering dibanding stroke berat yang selama ini dikenal. Jika tidak ditangani secepatnya, stroke subklinis ini bisa mengantarkan seseorang ke arah kepikunan, gangguan kognitif , hingga menjadi stroke berat. Sebaiknya segera konsultasi ke rumah sakit sebelum terlambat, stroke kecil akan berubah menjadi berat.

Selain mengenali gejala awal, Laksmi menganjurkan masyarakat rajin memeriksa tekanan darah, kadar gula dalam darah, kadar kolesterol, serta berat badan. Jika hasilnya lebih tinggi dari angka normal, segeralah mengambil tindakan karena stroke mudah datang dalam kondisi tersebut. Saat ini, stroke merupakan penyebab kematian nomor tiga dan penyebab kecacatan nomor satu di dunia.

Direktur RS Bethesda Yogyakarta Sugianto menambahkan, stroke dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risikonya. Berdasarkan penelitian, kampanye mewaspadai tekanan darah tinggi, berhenti merokok, serta menurunkan berat badan ternyata bisa menurunkan angka kejadian stroke hingga 11,4 persen pada tahun 2007.

"Kebiasaan hidup sehat seperti berolahraga dan menjaga pola makan juga membantu," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau