Kurma Nabi Rp 750.000/Kg

Kompas.com - 30/10/2008, 06:46 WIB

JAKARTA, KAMIS - Bagi umat Islam yang berangkat haji, rasanya kurang afdal bila kembali ke Tanah Air tanpa membawa oleh-oleh. Padahal, mereka mustahil membeli oleh-oleh di Tanah Suci sebanyak mungkin karena akan kena biaya tambahan untuk kelebihan bagasi pesawat. Salah satu solusi dari kondisi tersebut adalah membeli makanan dan pernak-pernik khas jazirah Arab, termasuk kurma, di Jakarta.

Beberapa toko di Tanahabang, Jakarta Pusat, menawarkan kurma dengan harga antara Rp 25.000 hingga Rp 40.000 per kilogram. Sementara itu, di toko Bateel di Senayan City, Jakarta Pusat, ada kurma yang dijual dengan harga Rp 750.000/kg. Toko di lower ground Senayan  City ini tak terlalu menonjol karena terletak di pojokan. Namun, bila kita bertanya ke para karyawan toko di lantai tersebut, mereka akan segera menunjukkan letak toko Bateel.

Toko Bateel dikenal sebagai toko yang menyediakan berbagai jenis kurma kualitas terbaik yang harga per kilogramnya mencapai ratusan ribu rupiah. Dan, terbaik dari yang terbaik itu adalah kurna azwa atau kurma Nabi. Kurma jenis ini dibanderol Rp 750.000/kg. Satu kilogram kurma Nabi terdiri atas 130-140 buah kurma.

Menurut Leni, penjaga toko Bateel, kurma Nabi mahal karena kurma itu hanya tumbuh di Madinah sedangkan kurma jenis lain bisa tumbuh di mana saja. "Yang lebih unik, konon, kurma ini pertama kali ditanam oleh Nabi Muhammad SAW, makanya jadi mahal," katanya, Rabu (29/10).

Konsumen kurma azwa, kata Leni, berasal dari berbagai latar belakang. Meski demikian, yang pasti mereka penikmat kurma yang berkantong tebal. "Penjualannya lumayan, seminggu bisa laku lima hingga 10 kilogram," ujarnya. Toko Bateel hadir di Senayan City sejak April 2007. Toko dengan sistem franchise dari jaringan Bateel yang berpusat di Dubai ini mengkhususkan diri pada penjualan kurma dan produk turunannya seperti kue kering dan sirup. Ini sesuai dengan arti kata bateel yakni tunas pohon kurma.

Pesan kurma

Puncak ibadah haji atau Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 8 Desember 2008 sudah semakin dekat. Sejumlah pedagang kurma di Tanahabang pun telah mendapat pesanan. "Yang mencari mulai ada. Yang pesan juga sudah ada. Tapi belum terlalu banyak. Mungkin seminggu menjelang Lebaran Haji, baru ramai," ucap Hasbullah, pedagang kurma di Tanahabang, Senin (27/10).

"Ada yang beli untuk disimpan. Yang pesan juga lumayan banyak. Mereka juga sudah membayar uang muka. Umumnya oleh-oleh itu baru diambil ketika mendekati Lebaran Haji. Mereka juga sudah membayar uang muka," kata Achmad, juga pedagang kurma di Tanahabang.

Selain kurma, air zamzam, kacang arab, dan kismis juga banyak dipesan. "Kalau sekarang ini, yang banyak dibeli adalah air zamzam. Setiap hari bisa laku 20 kantong (satu kantong = 10 liter)," kata Achmad. Menurut kedua pedagang ini, pembelian kurma dan air zam-zam dilakukan jauh-jauh hari sebelum puncak ibadah haji agar mendapat harga lebih miring. Jika sudah mendekati Lebaran Haji, harga barang-barang tesebut bisa menjadi dua kali lipat dari harga pada hari biasa.

Sebagai contoh, air zamzam saat ini dijual Rp 200.000/kantung isi 10 ltr. Ketika sudah dekat Lebaran Haji, harga sekantung air zam-zam itu bisa menjadi Rp 450.000. Para pedagang juga mengaku sudah meningkatkan stok untuk mengantisipasi peningkatan permintaan.

____________________

Harga Oleh-oleh Haji di Tanahabang
• Kurma madinah     Rp 25.000/kg
• Kurma saudi     Rp 25.000/kg
• Kurma mesir     Rp 25.000/kg
• Kurma tunisia     Rp 40.000/kg
• Kurma madu     Rp 35.000/kg
• Kacang arab     Rp 35.000/kg

Harga Kurma di Toko Bateel
• Kurma madjool     Rp 500.000/kg
• Kurma khidri caramelized pecan Rp 400.000/kg
• Kurma barli     Rp 250.000/kg
• Kurma kholas     Rp 400.000/kg

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau