Obama Raih Sukses Awal

Kompas.com - 30/10/2008, 07:06 WIB

 Oleh Simon Saragih

BOSTON,KAMIS- Dari sekitar 12 juta pemilih yang sudah mencoblos lebih awal, Barack Obama unggul atas John McCain. Pemilu awal terutama bagi warga yang akan pergi jauh dari negara bagian asalnya sehingga tidak bisa memilih pada 4 November. Namun, warga lain yang ingin mencoblos lebih awal juga diperbolehkan.

Sebanyak 32 negara bagian mengizinkan pemilu awal bagi siapa saja dan 15 negara bagian lain (termasuk Washington DC) mengizinkan pemilu awal bagi warga yang akan bepergian pada 4 November. Hasilnya secara resmi baru akan diumumkan pada 4 November.

Namun, dari penghitungan cepat (quick count) yang dilakukan Pew Research Center, yang bermarkas di Washington DC dan mempunyai reputasi besar, Obama meraih 53 persen suara dan McCain 34 persen.

Bersama sejumlah badan jajak pendapat lain, Pew Research Center juga menegaskan keunggulan Obama atas McCain. Keunggulan ini termasuk di Florida, yang selama ini hampir selalu memilih calon presiden dari Republik.

Pemilu awal juga dilakukan sekaligus untuk menguji sistem pemilu yang serba otomatis. Ada kekhawatiran sistem tak berfungsi baik sehingga pemilu awal juga sekaligus menjadi ajang uji coba.

”Makin panjang waktu mencoblos, makin sedikit problem yang mungkin akan kita hadapi pada 4 November,” kata Faulkner Foc, sukarelawan untuk kubu Obama, di Durham, North Carolina.

Pemilu awal juga menjadi ajang pemantauan para pemerhati pemilu, khususnya mereka yang menginginkan agar tidak terjadi kecurangan. Isu kecurangan pemilu, seperti yang terjadi tahun 2000, juga menjadi perhatian besar di AS sekarang ini.

Televisi CNN memberikan nomor khusus kepada warga untuk melaporkan kemungkinan adanya kecurangan dalam pemilu, baik oleh kubu Demokrat maupun kubu Republik.

Antusiasme warga terlihat tinggi dalam melakukan pemilu awal. ”Suasana pemilu awal memperlihatkan semangat tinggi, mirip dengan pemilu yang sesungguhnya,” kata Doug Chapin, pakar pemilu Pew Research Center, Selasa (28/10).

Sejauh ini, pemilih tidak menghadapi masalah dalam memberikan suara, yang dilakukan dalam bilik yang bentuknya mirip anjungan tunai mandiri (ATM).

Andi Laub, seorang kulit putih lulusan bidang jurnalistik, sudah mencoblos di Pennsylvania sebelum berangkat ke Boston dan pilihannya adalah Obama. ”Saya memilih Obama karena saya menyukai Joe Biden,” kata Laub.

Sejumlah wartawan Indonesia mencoba menghubungi kantor perwakilan McCain di Boston, tetapi ditolak saat dimintai komentar. Direktur Komunikasi Partai Republik Massachusetts Barney Keller tak bisa dihubungi.

Tak peduli jajak pendapat

Di Hershey, Pennsylvania, McCain mengatakan tidak peduli dengan jajak pendapat. ”Saya tidak khawatir, saya berjuang dan akan menjadi presiden AS,” kata McCain, yang tampil bersama Sarah Palin dalam kampanye di kota yang sama.

Hal ini memperlihatkan kekompakan dalam tim Republik setelah sebelumnya dikabarkan Sarah Palin jalan sendiri dengan programnya, dengan tujuan setidaknya bisa tampil kembali pada pemilu tahun 2012 sebagai calon presiden dari Republik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau