DEPOK, KAMIS - Disahkannya draft RUU Pornografi menjadi UU dalam rapat paripurna DPR RI, Kamis (30/10) pagi, dinilai pengamat politik Eep Saefuloh Fatah sebagai tindakan yang tergesa-gesa dan berpotensi besar menimbulkan disintegrasi bangsa. Bagi Eep, tentu saja, kerugian yang diperoleh justru lebih besar daripada manfaatnya. Tidak ada akomodasi dan agegrasi yang layak yang diberikan.
"Menurut saya, kerugiannya lebih besar daripada manfaatnya karena potensi disintegrasi besar, sementara manfaat membuat untuk moralitas lebih tegak itu masih sumir," ujar Eep di sela-sela diskusi bertajuk 'Merumuskan Agenda Politik Kaum Muda dalam Pemilu 2009' di Kampus FISIP Universitas Indonesia, Depok.
Menurut Eep, pembahasan draft RUU Pornografi sengaja diulur-ulur penyelesaiannya sebab dari tahun lalu perdebatan yang terjadi tidak berubah. "Itu kan berhenti bukan diolah. Dari tahun lalu perdebatan diolah dengan perdebatan yang sama. Jadi seolah-olah dipending untuk kemudian dibicarakan," tandas Eep.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang