Pupuk Langka, Petani Terlambat Memupuk

Kompas.com - 30/10/2008, 23:24 WIB

SLAWI, KAMIS — Menyusul kelangkaan pupuk urea bersubsidi yang terjadi di tingkat pengecer, pemupukan yang dilakukan petani menjadi terlambat. Kondisi ini dikhawatirkan membuat hasil panen petani berkurang.

Wakil Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Tegal Slamet Mudasir, di Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis (30/10), mengatakan, petani mesti mengantre untuk memperoleh pupuk urea bersubsidi karena keterbatasan stok di tingkat pengecer.

Mudasir mencontohkan, para petani yang ada di Kecamatan Bumijawa, antara lain di Desa Cawitali, Jejeg, Pagerkasih, dan Carul, akhirnya terlambat memupuk karena pengecer di daerah itu kehabisan stok. "Mereka baru dapat pupuk setelah 20 hari. Itu juga mesti antre dulu dengan mendaftarkan nama mereka," ujarnya.

Samujo (48), petani di Desa Sirangkang, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, mengakui hal serupa. Ia terlambat memupuk padinya sampai 26 hari akibat kesulitan memperoleh pupuk urea bersubsidi. "Saya cari ke pengecer di sekitar desa sudah tidak ada stok, akhirnya saya mendapatkannya di Kecamatan Comal," katanya.

Oleh karena itu, ia mengkhawatirkan terjadi penurunan hasil produksi panennya hingga 30 persen. Hasil panen saya biasanya 3,6 ton gabah kering giling dari sawah seluas 0,5 hektar. Namun, kalau telat memupuknya seperti sekarang pasti hasil panennya turun, ucapnya. Selain sulit mendapatkannya, Samujo juga mesti membeli pupuk urea bersubsidi tersebut Rp 65.000 per zak di atas harga eceran tertinggi Rp 60.000 per zak.

Marketing Supervisor PT Pupuk Kujang Wilayah Brebes dan Tegal Dadeng Suhendra mengatakan, telah mendistribusikan 1.750 ton pupuk urea bersubsidi ke 12 distributor di seluruh Kabupaten Tegal selama Oktober ini.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau