Istri Amauri Pilih Italia untuk Sang Suami

Kompas.com - 31/10/2008, 04:53 WIB

ROMA, JUMAT - Tidak ada tempat di timnas Brasil bagi Amauri. Setidaknya, itulah kata pelatih Brasil, Dunga. Istri Amauri, Cynthia menyarankan, sebaiknya Amauri pindah warga negara Italia.

Sudah sepuluh tahun Amauri membela klub Italia. Meski kini ia bermain cemerlang untuk Juventus, pintu tim nasional Brasil tidak pernah terbuka untuknya. Pendukung Italia minta agar striker 28 tahun itu mau beralih kewarganegaraan agar ia bisa masuk skuad Gli Azzuri.

Kini, dukungan menjadi warga Negara Pizza juga muncul dari istri tercintanya. "Timnas mana yang saya sukai untuk suami saya? Saya lebih suka Italia dibandingkan Brasil," kata Cynthia kepada Sky Sport.

"Saya juga ingin menjadi warga negara Italia. Kita harus menunggu tapi aku bisa katakan bahwa prosedur (menjadi warga Italia) berjalan baik. Dulu aku bisa mendapatkan warga negara karena kakekku asli Italia. Jika aku tahu, kini hal itu jadi sangat penting. Aku sudah menyiapkan semuanya, tapi masih kurang satu dokumen."

Selama ini Amauri memang agak bimbang menentukan status kewarganegaraannya. Ia pernah bilang ingin membela Brasil. Namun, ia juga akan menerima dengan senang hati jika Marcello Lippi memasukkannya dalam skuad Italia. (CH4)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau