Jelang Eksekusi, Teman Satu Blok Amrozi dkk Dipindah

Kompas.com - 31/10/2008, 15:45 WIB

CILACAP, JUMAT — Menjelang eksekusi mati tiga terpidana bom Bali I Amrozi dkk yang mulai diisolasi di LP Batu Nusakambangan, Cilacap, Jateng, lima terpidana terorisme lain yang semula satu blok di LP Batu bersama Amrozi dkk, Jumat (31/10) pagi, dipindah ke LP lain di Nusakambangan. Lima terpidana yang dipindah tersebut adalah Syukur Sugiarto, Joko Suprianto alias Wahab, Abdul Jafar, Abas, dan Dani.

Menurut anggota dewan syuro Tim Pembela Muslim (TPM), Hasyim, pemindahan lima orang tersebut diduga terkait makin dekatnya pelaksanaan eksekusi Amrozi dkk. Namun, hingga saat ini TPM belum mendapatkan pemberitahuan dari kejaksaan mengenai pelaksanaan eksekusi.

Pihak keluarga ketiga terpidana juga belum mendapat panggilan dari kejaksaan yang lazimnya dilakukan menjelang eksekusi mati untuk penyampaian pesan terakhir dari terpidana. TPM juga sudah mengajukan izin berkunjung ke Nusakambangan untuk menjenguk Amrozi dkk. Bila diizinkan, rencananya kunjungan akan dilakukan pada Senin (3/11) depan.

Sementara itu, terkait rencana eksekusi Amrozi dkk, sejumlah tempat ibadah dan pusat perbelanjaan di Cilacap dijaga ketat aparat kepolisian. Pengunjung diawasi dengan ketat oleh aparat bersenjata laras panjang.

Masih tersenyum

Tiga terpidana mati Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudra, masih mengikuti shalat Jumat di Masjid At-taubah, Lembaga Pemasyarakatan (LP) Batu, Nusakambangan, Cilacap. Ketiganya bahkan masih sempat menyunggingkan senyuman. Hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan Ketua MUI Cilacap Hasan Makarim seusai menjadi imam shalat Jumat di Masjid At-taubah. Dalam khotbahnya, Hasan berbicara seputar kesabaran umat dalam menjalani kehidupan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau