CILACAP, JUMAT — Menjelang eksekusi mati tiga terpidana bom Bali I Amrozi dkk yang mulai diisolasi di LP Batu Nusakambangan, Cilacap, Jateng, lima terpidana terorisme lain yang semula satu blok di LP Batu bersama Amrozi dkk, Jumat (31/10) pagi, dipindah ke LP lain di Nusakambangan. Lima terpidana yang dipindah tersebut adalah Syukur Sugiarto, Joko Suprianto alias Wahab, Abdul Jafar, Abas, dan Dani.
Menurut anggota dewan syuro Tim Pembela Muslim (TPM), Hasyim, pemindahan lima orang tersebut diduga terkait makin dekatnya pelaksanaan eksekusi Amrozi dkk. Namun, hingga saat ini TPM belum mendapatkan pemberitahuan dari kejaksaan mengenai pelaksanaan eksekusi.
Pihak keluarga ketiga terpidana juga belum mendapat panggilan dari kejaksaan yang lazimnya dilakukan menjelang eksekusi mati untuk penyampaian pesan terakhir dari terpidana. TPM juga sudah mengajukan izin berkunjung ke Nusakambangan untuk menjenguk Amrozi dkk. Bila diizinkan, rencananya kunjungan akan dilakukan pada Senin (3/11) depan.
Sementara itu, terkait rencana eksekusi Amrozi dkk, sejumlah tempat ibadah dan pusat perbelanjaan di Cilacap dijaga ketat aparat kepolisian. Pengunjung diawasi dengan ketat oleh aparat bersenjata laras panjang.
Masih tersenyum
Tiga terpidana mati Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudra, masih mengikuti shalat Jumat di Masjid At-taubah, Lembaga Pemasyarakatan (LP) Batu, Nusakambangan, Cilacap. Ketiganya bahkan masih sempat menyunggingkan senyuman. Hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan Ketua MUI Cilacap Hasan Makarim seusai menjadi imam shalat Jumat di Masjid At-taubah. Dalam khotbahnya, Hasan berbicara seputar kesabaran umat dalam menjalani kehidupan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang