TNI Ingin Tetap Pertahankan Koperasi

Kompas.com - 31/10/2008, 17:10 WIB

MAGELANG, JUMAT - Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso berharap koperasi dapat dipertahankan menjadi sektor usaha milik TNI. Sebab, dalam kesehariannya, koperasi menjadi lembaga yang sangat dibutuhkan untuk mendukung kesejahteraan para tentara.

"Bagi tentara yang bertugas di daerah-daerah terpencil, koperasi bahkan menjadi lembaga yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari," kata Djoko, saat ditemui usai upacara wisuda prajurit taruna Akademi TNI 2008 di Akademi Militer Magelang, Jumat (31/10).

Menurut Panglima TNI, dalam kehidupan para tentara, koperasi sangat berperan penting sebagai penyuplai kebutuhan sembilan bahan pokok dan menyediakan jasa simpan pinjam uang. "Dua fungsi penting inilah yang sangat dibutuhkan oleh para tentara di tengah keterbatasan keuangan dan masih minimnya gaji yang mereka terima," katanya.

Selain itu, Djoko menerangkan, menurut undang-undang tentang koperasi, koperasi menjadi soko guru bangsa dan berhak didirikan oleh seluruh rakyat Indonesia. "Mengacu pada undang-undang tersebut, maka kami pun berhak untuk tetap memiliki koperasi dan mengelolanya secara mandiri," katanya.

Panglima TNI mempersilakan pemerintah untuk mengambil alih seluruh bisnis TNI selain koperasi. TNI, sebagai pihak yang tidak memegang inisiatif, menurut dia, menyatakan sanggup untuk mematuhi semua ketentuan yang digariskan oleh pemerintah.

"Saat ini, kita tinggal menunggu kebijakan pemerintah dituangkan dalam bentuk peraturan atau keputusan presiden. Namun, apa pun bentuknya, kami siap untuk mematuhinya," katanya.

Seperti sempat diberitakan sebelumnya, Tim Pelaksana Tim Pengambilalihan Bisnis atau Timnas PAB TNI akan menyerahkan sejumlah rekomendasi mereka terkait langkah pengambilalihan seluruh bisnis TNI ke Tim Pengawas dan Pengarah. Setelah itu, rekomendasi tersebut akan diajukan oleh Tim Pengawas dan Pengarah kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Sekretariat Kabinet dan Kementerian Sekretariat Negara, untuk dibuat peraturan presidennya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau