Jalan Rusak, Pemkot Medan Digugat Warganya

Kompas.com - 31/10/2008, 18:59 WIB

MEDAN, JUMAT- Warga Medan, Sumatera Utara, segera melakukan gugatan ’class action’ (gugatan perwakilan) terhadap Pemerintah Kota Medan terkait banyaknya jalan yang rusak di daerah itu.

"Dalam waktu dekat ini masayarakat akan menggugat Pemkot Medan karena banyaknya jalan yang rusak dan berlubang dalam dua tahun terakhir," ujar Direktur Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK), Farid Wajdi, di Medan, Jumat (31/10).

Menurut dia, saat ini rencana gugatan terhadap buruknya kualitas jalan melalui class action atau citizen law suite telah memasuki persiapan dan penyempurnaan draft gugatan yang dilakukan bersama Lembaga Bantuan Hukum Kongres Advokat Indonesia (LBH KAI).

"Sedikitnya terdapat belasan anggota masyarakat Kota Medan yang tediri dari pengacara, anggota DPRD, wartawan, akademisi, serta masyarakat biasa pengguna jalan lainnya yang telah mendaftar untuk menggugat Pemko Medan," jelasnya. 

Dampak kerusakan jalan di ibukota Provinsi Sumatera Utara itu sudah sangat parah, menjengkelkan, hingga membahayakan jiwa penggunanya, bahkan sampai merenggut nyawa manusia. 

Berbagai cara telah dilakukan masyarakat agar pemerintah membenahi jalan di wilayah pemukiman penduduk, mulai dari unjukrasa hingga menutup jalan dengan cara menanam pohon pisang pada kubangan badan jalan. Namun masyarakat hanya diminta bersabar, dan hingga kini perbaikan jalan itu tidak pernah dilakukan, bahkan semakin parah akibat datangnya musim penghujan.

"Atas dasar fakta itulah kami kembali mengundang warga Kota Medan untuk duduk sebagai penggugat," ujarnya. Direncanakan LAPK dan LBH KAI akan membuka posko bagi warga Kota Medan yang ingin menggugat pemerintahnya hingga pekan kedua November 2008.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau