ROMA, JUMAT - Pelatih Inter Milan, Jose Mourinho menegaskan, ia harus menomorduakan striker Adriano di Serie A lawan Reggina dengan alasan profesionalisme. Ia melakukan itu karena Adriano tidak profesional menjaga sikapnya sebagai pemain sepak bola.
Pekan ini media Italia menyebutkan bahwa Mourinho marah kepada Adriano karena datang terlambat saat latihan setelah keluyuran pada malam sebelumnya. Padahal, waktu itu mereka baru saja ditahan imbang oleh Genoa.
Mourinho akhirnya menghukum pemain Brasil itu dengan tidak menurunkannya pada pertandingan lawan Fiorentina, Rabu (29/10), yang berakhir dengan hasil seri tanpa gol. Mantan pelatih Chelsea itu mengatakan, ia tidak akan bertoleransi terhadap segala bentuk sikap tidak profesional terhadap pemain siapa pun.
"Dalam beberapa bulan terakhir, jika ada orang yang mencoba peduli dengannya, tidak hanya sebagai pelatih tapi juga teman, itulah saya," kata Mourinho, Jumat (31/10).
"Tapi tiba waktunya, terutama ketika kamu bekerja di antara sekumpulan 29 pemain, di mana kamu tidak lagi dapat memberikan perlakuan khusus atau kebebesan terhadap seseorang dibandingkan orang lain. Dalam pandangan saya, prinsip saya adalah mutlak. Pemain harus tahu itu."
Mourinho sebetulnya masih membutuhkan tenaga Adriano di lini depan I Nerazzuri. Namun, sebagai pelatih, ia harus memberikan contoh bagi para pemainnya bahwa ia tidak boleh pilih kasih terhadap pemain. Maka, ia harus menghukum Adriano dalam pertandingan lawan Reggina, Minggu (2/11).
"Saya tidak tahu apakah Adriano paham mengapa ia dikeluarkan, saya tidak tahu. Saya hanya dapat mengatakan bahwa saya masih percaya padanya, tidak hanya sebagai pemain, tapi juga rekan kerja," kata Mourinho.
"Jika seseorang bertanya apakah saya akan memilih Adriano pada pertandingan besok, saya akan menjawab ya, tapi bagi saya, menghormati aturan untuk menjadi profesional jauh lebih penting."
Mourinho tidak menjelaskan sampai kapan ia menghukum Adriano dengan cara seperti itu. Jika merujuk pada perkataan Adriano kepada rekan-rekannya, pemain tersebut kemungkinan bakal didepak hingga akhir tahun ini. (AP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang