PDI-P: Segera Turunkan Harga BBM Bersubsidi!

Kompas.com - 01/11/2008, 14:41 WIB


JAKARTA, SABTU —
Salah satu pimpinan Fraksi PDI Perjuangan di DPR, Aria Bima, mengatakan, pemerintah harus tegas menghadapi tuntutan rakyat agar segera menurunkan harga bahan bakar minyak.
     
"Kami menilai, sikap pemerintah tidak tegas atau tidak taat azas terkait kebijakan penentuan harga BBM bersubsidi," katanya melalui hubungan telepon seluler, Sabtu, dari Solo, Jawa Tengah.
     
Ia mengatakan, karena ketika harga minyak dunia naik, pemerintah dengan cepat menaikkan harga BBM, bahkan dengan kenaikan yang pernah mencapai 100 persen. "Namun, sekarang saat harga BBM anjlok, pemerintah tidak segera menurunkan harga jual BBM dalam negeri. Makanya, kami menilai, ini tidak tegas atau tidak taat azas. Karena dulu cepat bertindak untuk menaikkan, sekarang seperti maju mundur," ujarnya.
     
Aria Bima menambahkan, ketika menaikkan harga BBM bersubsidi belum lama ini, pemerintah memakai alasan menyesuaikan diri dengan mekanisme pasar. Karena itu, katanya, seharusnya ketika harga minyak dunia turun, pemerintah pun harus memakai alasan penyesuaian diri dengan fluktuasi mekanisme tersebut untuk menetapkan kebijakan.
     
"Namun, yang terjadi, justru penyesuaian harga BBM bersubsidi sekarang ditunda-tunda tanpa alasan jelas," ujar motor penggerak angket BBM ini. Ia lalu menunjuk harga minyak dunia sekarang yang sudah meluncur sampai 60 dollar AS per barrel.
     
"Karena itu, kami mendesak pemerintah agar segera menurunkan harga BBM bersubsidi tanpa harus menunggu perkembangan harga minyak dunia sampai akhir tahun," ujarnya.
     
Apalagi, menurut perhitungannya, akibat penurunan harga minyak dunia saat ini, pemerintah memetik kelebihan alokasi subsidi BBM dalam APBN sebesar Rp 10 triliun.
     
"Seharusnya dengan surplus subsidi Rp 10 triliun ini, pemerintah mampu menurunkan harga eceran premium bersubsidi hingga 20 persen. Pemerintah jangan berpikir masyarakat tidak tahu hitung-hitungan ini," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau