Dana "Pesta" Rp 12,6 Triliun

Kompas.com - 01/11/2008, 15:14 WIB

Berapa biaya sewa per jam pesawat Boeing 757, ”O Force One”, yang disewa Barack Obama, calon presiden dari Partai Demokrat? Sebesar 20.000 dollar AS atau Rp 200 juta per jam. Bukan masalah besar.

Sewa pesawat Obama adalah bagian dari belanja kampanye supermewah dalam pemilu AS kali ini. Itu bukan masalah karena dana kampanye yang terkumpul kali ini juga sebuah rekor. Sudah di atas 1 miliar dollar AS.

Pada pemilu presiden tahun 2004, dana kampanye mencapai 693 juta dollar AS atau sekitar Rp 6,3 triliun. Tahun 2008, Komisi Pemilu Federal mengumumkan, total dana kampanye dua kandidat presiden, Obama dari Partai Demokrat dan John McCain dari Partai Republik, mencapai 1,2 miliar dollar AS atau Rp 12,6 triliun. Rekor baru.

Selama September lalu, McCain meraup dana baru hingga 230 juta dollar AS dan membelanjakan 194 juta dollar AS. Namun, Obama meraup 454 juta dollar AS dan belanja 377 juta dollar AS.

Dana kampanye Obama sebesar 95 persen didapat dari pribadi-pribadi lewat internet. Manajer kampanye Obama, David Pouffle, mengaku punya tambahan 632.000 pendonor baru selama September. Mereka meraup 3,1 juta dollar AS atau sekitar 86 dollar AS per orang.

Obama pun menjadi kandidat pertama yang membiayai hampir seluruh kampanye dari sumbangan pribadi-pribadi.

Dukungan dari tokoh, seperti mantan Menlu Colin Powell, semakin mendongkrak penggalangan dana kampanye Obama. Konser oleh rocker legendaris Bruce Springsteen dan Billy Joel menambah 7 juta dollar AS bagi pundi-pundi Obama.

McCain lebih mengandalkan pendonor dari partai. Situs Usatoday.com menulis, lebih dari 500 donatur terkaya Partai Republik memasok 75,6 juta dollar AS. Pengusaha Donald Trump, pemilik usaha San Diego Chargers Alex Spanos, dan mantan CEO Univision Jerry Perenchio adalah pendukung McCain.

Rod Pachero, misalnya, menyumbang lebih dari 50.000 dollar AS. Pengacara ini pemuja sang veteran Perang Vietnam tersebut. ”Saya tidak menuntut apa pun selain melihatnya menjadi presiden,” ujar Rod.

Belanja supermewah

Dengan besarnya dana, para kandidat tak sulit memilih fasilitas terbaik dengan nilai belanja supermewah. Obama mencarter pesawat Boeing 757-200 ER milik North American Airlines untuk kampanye. Brad Blakeman yang pernah menangani penerbangan Presiden George Walker Bush mengatakan, sewa Boeing 757 setidaknya 20.000 dollar AS atau Rp 200 juta per jam. Obama menyewa pesawat tadi sejak tahun lalu.

Obama memoles slogan ”Change We Can Believe In” dan barackobama.com pada kedua sisi pesawatnya. Dari segi fasilitas, pesawat ”O Force One” ini tergolong kelas satu. Di belakang kokpit ada areal VIP untuk Obama serta tamu penting. Juga ada kabin dengan empat kursi untuk rapat atau makan.

Ada kursi khusus Obama di kabin, dibubuhi tulisan ”Obama ’08 dan ”President” yang dibordir di belakang kursi.

”Kabin para calon presiden tipikal kelas bisnis. Lebih mirip kamar, lebih rapi dibandingkan dengan kabin staf dan pers. Sangat memadai,” kata wartawan Politico, Mike Allen, yang kerap ikut terbang bersama Obama, seperti dikutip CBSNews.

Sementara itu, wartawan CBSNews, John Bentley, mengatakan, McCain menggunakan pesawat lebih kecil, Boeing 737. Pesawat itu punya empat kompartemen, yaitu kelas satu tempat McCain biasa duduk, areal untuk wawancara, areal kelas bisnis untuk staf, dan belakang untuk media.

Belanja supermewah lainnya adalah urusan berpakaian dan mempercantik penampilan. Republican National Committee (RNC) menghabiskan sampai 150.000 dollar AS untuk pakaian dan aksesori kandidat wakil presiden Sarah Palin.

Palin belanja di sejumlah tempat terkemuka, seperti Saks Fifth Avenue dan Macy’s and Neimann Marcus. Hanya mimpi bagi orang kebanyakan. Palin membayar 49.425 dollar AS di Saks Fifth Avenue di St Louis dan New York.

Palin juga membayar 75.000 dollar AS di Neiman Marcus, Minneapolis. Pengeluaran ilegal menurut aturan Komisi Pemilihan Federal, yang melarang dana kampanye dipakai untuk pribadi. ”Semuanya akan dipakai untuk tujuan amal setelah kampanye berakhir,” ujar Tracey Schmitt, jubir McCain dan Palin, membela diri. (Irma tambunan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau