Indover Terancam Likudasi, Pemerintah Siaga

Kompas.com - 01/11/2008, 17:56 WIB

JAKARTA, SABTU- Pemerintah akan bersiaga agar masalah Bank Indover ( De Indonesische Overzeese Bank) tidak memberikan dampak terhadap keseluruhan makro ekonomi dan perkembangan ekonomi nasional. "Pemerintah akan terus dalam posisi untuk menjaga agar kasus-kasus seperti ini tidak menimbulkan persepsi besar terhadap perekonomian secara keseluruhan," kata Menteri Keuangan/Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati, di FEUI, Depok, Sabtu (1/11).

Ani mengatakan Indover ada di dalam kewenangan Bank Indonesia (BI).Menurutnya, BI bersama Dewan Perwakilan Rakyat dapat bersinergi dalam penyelesaian ancaman likuidasi Bank Indover oleh pengadilan Belanda nanti.

Persoalan Bank Indover akan ditangani dengan melihat berbagai pertimbangan, baik dalam hubungan BI dan Indover, dampak yang terjadi terhadap neraca keuangan Bank Indonesia sendiri maupun terhadap keseluruhan makro ekonomi.

Sementara itu, terkait nasib dana-dana milik bank lokal yang ada di Indover, Ani mengatakan semua tentunya sudah dipertimbangkan oleh BI.

Sebelumnya, pada Selasa (7/10), pengadilan Belanda membekukan kegiatan Indover. Terkait dengan hal itu, menurut skenario BI, dibutuhkan dana 546 juta euro atau setara dengan Rp7,64 triliun untuk menyelamatkan bank yang kepemilikannya 100 persen di tangan BI. (ANI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau