SOLO,SABTU- Harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri hendaknya tidak diturunkan secara drastis, walaupun saat ini harga minyak dunia menurun drastis. Dalam kondisi yang cenderung tidak menentu, harga BBM sangat mungkin akan kembali naik. Jika itu terjadi dan harga BBM sudah turun drastis mengikuti penurunan harga minyak bumi, dikhawatirkan akan terjadi guncangan ekonomi jika harga BBM dinaikkan kembali.
Demikian dikatakan Ekonom Sri-Edi Swasono dalam Annual Conference of Economics Forum 2008 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Sabtu (1/11).
"Harga BBM jangan diturunkan penuh sesuai penurunan harga minyak bumi, tapi setengahnya saja. Siapa tahu harganya naik lagi. Nanti bisa mengguncangkan ekonomi. Pemerintah hendaknya bisa menjelaskan ini kepada masyarakat, bahwa BBM tidak bisa turun pol, hanya bisa separuhnya," katanya.
Sisa uang pembelian minyak dunia, menurut Sri-Edi, bisa digunakan untuk menggairahkan upaya mencari energi alternatif dan menyelamatkan ekonomi domestik, yakni menjaga agar jumlah pengangguran tidak bertambah dan kemiskinan tidak bertambah luas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang