Harga BBM Seharusnya Tidak Turun Drastis

Kompas.com - 01/11/2008, 20:05 WIB

SOLO,SABTU- Harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri hendaknya tidak diturunkan secara drastis, walaupun saat ini harga minyak dunia menurun drastis. Dalam kondisi yang cenderung tidak menentu, harga BBM sangat mungkin akan kembali naik. Jika itu terjadi dan harga BBM sudah turun drastis mengikuti penurunan harga minyak bumi, dikhawatirkan akan terjadi guncangan ekonomi jika harga BBM dinaikkan kembali.

Demikian dikatakan Ekonom Sri-Edi Swasono dalam Annual Conference of Economics Forum 2008 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Sabtu (1/11).

"Harga BBM jangan diturunkan penuh sesuai penurunan harga minyak bumi, tapi setengahnya saja. Siapa tahu harganya naik lagi. Nanti bisa mengguncangkan ekonomi. Pemerintah hendaknya bisa menjelaskan ini kepada masyarakat, bahwa BBM tidak bisa turun pol, hanya bisa separuhnya," katanya.

Sisa uang pembelian minyak dunia, menurut Sri-Edi, bisa digunakan untuk menggairahkan upaya mencari energi alternatif dan menyelamatkan ekonomi domestik, yakni menjaga agar jumlah pengangguran tidak bertambah dan kemiskinan tidak bertambah luas.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau