Lihat Langsung Peninggalan Majapahit

Kompas.com - 02/11/2008, 17:09 WIB

TROWULAN, MINGGU - Direktur Jenderal Sejarah dan Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Hari Untoro Dradjat mengatakan, benda cagar budaya tak cukup dipelajari sekolah-sekolah. Masyarakat perlu melihat langsung ke lapangan agar bisa menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan kepada budaya bangsa.

"Di balik benda cagar budaya itu banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik. Kita bisa melihat lebih jauh di sekitarnya. Misalnya situs-situs Kerajaan Majapahit. Di balik benda-benda cagar budaya ini kita bisa melihat sejarah tentang kota, perdagangan, dan sebagainya." katanya, Minggu (2/11) di Cagar Budaya Wringin Lawang, Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur.

Hari menjelaskan, di Trowulan karena sangat banyak benda-benda dan bangunan candi peninggalan Kerajaan Majapahit, maka Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, Senin (3/11) akan meletakkan batu pertama pembangunan Taman dan Pusat Informasi Majapahit. Menurut Dirjen Hari Untoro Dradjat, Majapahit tidak hanya sekadar jadi bahan kajian para arkeolog, tetapi juga informasi yang amat berguna bagi masyarakat umum, dan sebagai tujuan wisata yang menarik.

Tinggalan Kerajaan Majapahit sangat banyak, baik keramik, logam, bangunan, dan segala macam. Benda Cagar Budaya Wringin Lawang, misalnya, ini merupakan gerbang kota Majapahit.

"Tepat di tengah gerbang, pada saat bulan purnama di bulan Mei dan Juni setiap tahun, bulan terlihat indah sekali. Karena itu dinamakan kawasan Trowulan, yang artinya terang bulan," papar Hari. Dari aspek pelestarian, tinggalan budaya di wilayah Trowulan ini merupakan salah satu upaya pelestarian kota kuno masa klasik yang dimiliki Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau