DENPASAR, MINGGU - Petugas yang disiagakan di dermaga Pelabuhan Gilimanuk, Bali bagian barat, tampak melakukan pemeriksaan dengan cukup ketat baik atas barang maupun orang yang keluar masuk Pulau Dewata. Khusus untuk orang yang baru saja tiba di Pelabuhan Gilimanuk setelah sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, petugas gabungan yang dilibatkan juga memeriksa identitas orang bersangkutan.
Kasubid Humas Polda Bali AKBP Sri Harmiti, ketika dihubungi di Denpasar, Minggu (2/11) mengatakan, pemeriksaan identitas tersebut selain dimaksudkan untuk peningkatan keamanan terkait akan dilakukannya eksekusi mati bagi Amrozi dan kawan-kawan. Pemeriksaan identitas orang di perbatasan Bali dengan Jawa tersebut, dilakukan polisi bersama-sama dengan dinas kependudukan dan catatan sipil Pemkab Jembrana.
Dikatakannya, bila seorang pendatang diketahui tanpa identitas yang jelas masuk ke Pulau Dewata, oleh petugas diperintahkan untuk kembali lagi dari Pelabuhan Gilimanuk ke Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur. Selain Pelabuhan Gilimanuk, setiap pintu keluar masuk Bali juga mendapat penjagaan yang cukup ketat, termasuk sejumlah pelabuhan rakyat yang biasa dipakai lokasi pendaratan perahu nelayan.
"Semua itu kita lakukan untuk mencegah timbulnya hal-hal tidak diinginkan," ujar Sri Harmiti.
Ia mengungkapkan, pintu keluar masuk Bali yang mendapat penjagaan cukup ketat tersebut meliputi Bandara Ngurah Rai di Tuban, serta Pelabuhan Padang Bai, Kabupaten Karangasem, Pelabuhan Benoa, Denpasar, dan Celukanbawang, Kabupaten Buleleng.
Penjagaan dan kesiapan di pintu keluar masuk tersebut, juga melibatkan pasukan Brimob dan tim antiteror Detasemen-88 Polda Bali. Ditempatkannya tim tersebut dimaksudkan untuk melakukan tindakan cegah tangkal terhadap kemungkinan munculnya aksi teror bom, seperti dua kali sempat terjadi di Kuta dan Jimbaran, Kabupaten Badung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang