Persita, Menang atau Terancam Degradasi

Kompas.com - 02/11/2008, 20:14 WIB

TANGERANG, MINGGU - Manajemen tim berjuluk Pendekar Cisadane, Persita Tangerang, mematok target menang menghadapi tim Persitara, Jakarta Utara dalam kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2008 di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada Senin (3/11). Jika tidak, Prsita akan semakin terpuruk dan terancam degradasi.

Manejer Persita, H Andi Mulyadi Minggu (2/11) menegaskan, pemain harus bekerja keras untuk mencuri poin dari Persitara karena kondisi tim saat ini berada pada papan bawah peringkat klasemen sementara bersama Deltras Sidoarjo dan PSMS Medan.

"Tentu pemain memasang target menang ketika bertemu Persitara. Hal ini merupakan salah satu kesempatan untuk menabung poin agar peringkat dapat berubah," kata Mulyadi.

Dia optimistis timnya bisa menang setelah ditangani pelatih Zaenal Abidin. Dia menggantikan Agus Suparman yang dianggap gagal setelah prestasi terus melorot karena sering menderita kekalahan di kandang lawan maupun kandang sendiri. Meski saat ini Persita menempati peringkat papan bawah dengan koleksi sembilan poin dari 13 kali bertanding, dua kali menang, tiga kali imbang dan delapan kali tumbang, tetapi gairah bertanding masih tetap tinggi.

Sedangkan Persitara telah mengumpulkan tujuh nilai dari 13 kali bertanding dengan komposisi satu kali menang, empat kali seri dan delapan kali terjungkal. Pelatih Persita Zaenal Abidin menerapkan strategi mewaspadai serangan balik tim lawan dan pemain tidak boleh lenggah. Sebab, serangan balik merupakan senjata pamungkas bagi tim berjuluk Laskar Si Pitung itu.

Dia mengatakan, pemainnya sudah menerima perintah agar lini belakang selalu siaga menghadapi lawan termasuk ketika bertemu Persitara dan tak boleh meninggalkan posisi. Biasanya ancaman terberat datang jika pemain secara berani meninggalkan daerah pertahanan dengan ambisi bergerak ke depan untuk membantu posisi tengah. (ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau