Gus Dur Pindah ke PPD?

Kompas.com - 03/11/2008, 01:00 WIB

BOGOR, SENIN - Pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), KH Abdurrachman Wahid atau Gus Dur bersedia menjadi pembina Partai Persatuan Daerah (PPD) sekaligus mengenakan baju PPD.

Kesediaan tersebut disampaikan Gus Dur ketika menghadiri pembukaan acara pembekalan calon anggota legislatif (caleg) DPR-RI PPD di Wisma DPR-RI, Cisarua, Bogor, Minggu (2/11) malam. 

"Kesediaan ini bukan sesuatu yang saya ambil dengan mudah. Saya sudah lama mengenal Oesman Sapta (pendiri PPD), sejak beliau berkantor di Menteng Jakarta. Saya kenal dia bukan baru sehari dua hari," kata Gus Dur di hadapan ratusan pengurus daerah dan caleg DPR-RI PPD.

Dikatakannya, ia sering bertemu dan ngobrol dengan Oesman. Sejak dulu sampai sekarang, Gus Dur tidak melihat ada cacat yang dilakukan Oesman, sehingga ia bersedia menjadi pembina PPD.

"Sebagai pembina bukan bersifat kolektif jadi hanya antar pribadi. Sebagai pembina tidak perlu aktif, kalau pengurus harian yang harus aktif," katanya.

Ketika ditanya apa yang dilakukannya sebagai pembina, ia menjawab akan ikut saja apa kata Ketua Umum PPD.

Pernyataan kesediaan Gus Dur tersebut bermula dari menjawab pertanyaan Ketua Umum PPD, Oesman Sapta ketika memberikan sambutan di hadapan ratusan pengurus daerah dan caleg DPR-RI PPD.

Saat itu Oesman mengatakan, pada saat makan malam sebelum acara berlangsung, ia bertanya pada Gus Dur bagaimana jika Gus Dur bergabung PPD. "Kalau Gus bergabung dengan kami, maka PPD akan benar-benar besar, yang dijawab dengan Gus Dur bersedia. Karena Gus Dur sering bercanda, saya belum yakin kalau Gus Dur belum mengatakannya sendiri," kata Oesman.
   
Dari podium Oesman kemudian sekali lagu bertanya, "apakah Gus Dur bersedia bergabung sebagai pembina?"

Gus Dur yang duduk di barisan kursi paling pun menjawab, "saya bersedia sebagai dewan pembina PPD," katanya.

Oesman kemudian melanjutkan pertanyaannya, "apakah Gus Dur bersedia memakai baju PPD," katanya. Gus Dur juga menjawab, "saya bersedia."

Gus Dur kemudian dipakaikan baju PPD dan diminta berbicara di podium di hadapan peserta pembekalan caleg DPR-RI PPD.

Saat itu, Gus Dur mengatakan, meskipun bersedia menjadi pembina PPD, tapi ia tetap sebagai ketua Dewan Syuro PKB.

Ia pun bicara soal konflik PKB, mulai dari tidak diakui kepemimpinannya oleh pemerintah dan KPU hingga mengancam akan memboikot pemilu legislatif 2009.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau