MILAN, SENIN - Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis mengaku bangga kepada para pemainnya saat melawan AC Milan di Giuseppe Meazza, Minggu atau Senin (3/11) dini hari, meski kalah 0-1. Menurutnya, pasukan Napoli tampil secara heroik.
Napoli hanya bermain 10 orang sejak menit ke-44. Selain itu, gol semata wayang Milan terjadi akibat aksi bunuh diri Germain Denis.
"Saya dapat katakan sangat bahagia, meski kami terpaksa berada di urutan ketiga. Apalagi, Milan tak akan menang jika kami tak membuat gol bunuh diri," sindir De Laurentiis.
"Saya melihat Milan sangat bernafsu dan agresif. Maka, saya puas melihat permainan kami yang menghibur dan tetap punya kemampuan menyerang. Satu-satunya masalah kami adalah, kami sering gagal memanfaatkan peluang. Meski begitu, permainan pemain sudah memuaskan," tambahnya.
Pelatih Napoli, Edy Reja, mengecam wasit karena memberi hukuman kartu merah kepada pemainnya dan tendangan penalti. Beruntung, penalti itu gagal dilaksanakan Kaka. Namun, De Laurentiis menolak mengkritik wasit.
"Saya tak akan mengeluhkan kepemimpinan wasit. Sebab, saya orang film. Maka, saya harus membuat film yang ingin ditonton orang, bukan yang ingin saya lihat. Saya tahu bagaimana beradaptasi," sindirnya.
"Apa istilah dalam film yang tepat untuk Napoli saat menghadapi Milan? Heroik. Ya, itu film heroik. Ketika penalti bisa digagalkan, itu amat dramatis. Jika saya mulai membicarakan wasit yang lebih mendukung klub besar, saya tak akan berhenti," tambahnya.
De Laurentiis juga mengatakan, "Seorang wasit bisa saja membuat kesalahan. Pekerjaannya sangat berat. Maka, kami tak perlu mengeluhkannya." (CH4)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang