De Laurentiis Bangga Napoli Sulitkan Milan

Kompas.com - 03/11/2008, 06:24 WIB

MILAN, SENIN - Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis mengaku bangga kepada para pemainnya saat melawan AC Milan di Giuseppe Meazza, Minggu atau Senin (3/11) dini hari, meski kalah 0-1. Menurutnya, pasukan Napoli tampil secara heroik.

Napoli hanya bermain 10 orang sejak menit ke-44. Selain itu, gol semata wayang Milan terjadi akibat aksi bunuh diri Germain Denis.

"Saya dapat katakan sangat bahagia, meski kami terpaksa berada di urutan ketiga. Apalagi, Milan tak akan menang jika kami tak membuat gol bunuh diri," sindir De Laurentiis.

"Saya melihat Milan sangat bernafsu dan agresif. Maka, saya puas melihat permainan kami yang menghibur dan tetap punya kemampuan menyerang. Satu-satunya masalah kami adalah, kami sering gagal memanfaatkan peluang. Meski begitu, permainan pemain sudah memuaskan," tambahnya.

Pelatih Napoli, Edy Reja, mengecam wasit karena memberi hukuman kartu merah kepada pemainnya dan tendangan penalti. Beruntung, penalti itu gagal dilaksanakan Kaka. Namun, De Laurentiis menolak mengkritik wasit.

"Saya tak akan mengeluhkan kepemimpinan wasit. Sebab, saya orang film. Maka, saya harus membuat film yang ingin ditonton orang, bukan yang ingin saya lihat. Saya tahu bagaimana beradaptasi," sindirnya.

"Apa istilah dalam film yang tepat untuk Napoli saat menghadapi Milan? Heroik. Ya, itu film heroik. Ketika penalti bisa digagalkan, itu amat dramatis. Jika saya mulai membicarakan wasit yang lebih mendukung klub besar, saya tak akan berhenti," tambahnya.

De Laurentiis juga mengatakan, "Seorang wasit bisa saja membuat kesalahan. Pekerjaannya sangat berat. Maka, kami tak perlu mengeluhkannya." (CH4)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau