JAKARTA, SENIN - Faktor regional tampaknya masih akan menjadi fokus utama investor di lantai Bursa Efek Indonesia pekan ini. Sementara dari dalam negeri, investor juga akan mengamati perkembangan dari rasionalisasi aset Grup Bakrie.
"Untuk pekan ini, kami perkirakan IHSG masih akan bergerak mixed. Meski terlihat masih berada dalam downtrend, akan tetapi indikator RSI telah berhasil keluar dari area oversold," sebut Analis Riset Panin Sekuritas Purwoko Sartono.
Purwoko memperkirakan indeks pekan ini berada di kisaran support-resistance 1.130-1.300.
Pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan berhasil bangkit ditunjang hasil kinerja kuartal III emiten juga dipengaruhi tren positif bursa regional, menyusul langkah The Fed menurunkan suku bunga sebesar 50 bps, yang kemungkinan akan diikuti oleh Bank Sentral lainnya.
Sedangkan faktor penghambat indeks pekan lalu, menurut Purwoko adalah nilai tukar rupiah yang masih sangat fluktuatif sehingga sempat menekan pergerakan IHSG pada awal pekan.
Meski demikian Sepanjang pekan lalu IHSG berhasil menguat 0,95 persen ke posisi 1.256,704, yang didorong oleh kenaikan yang terjadi pada hari Jumat sebesar 7,06. Sementar indeks Kompas100 bertambah 2,17 persen ke 299,441, serta indeks 45 saham blue chips LQ45 naik 2,91 persen pada 234,533.
Sedangkan untuk sebulan, IHSG mengalami bulan terburuk dalam dua tahun terakhir ini. IHSG sempat terpuruk di 1.111,390. Ini merupakan posisi IHSG terendah sejak Desember 2005 dan bila dibandingkan 2 Januari 2008 saat IHSG mencapai level tertinggi, telah merosot 59,31 persen.
Sementara di bursa Wall Street Amerika Serikat, Oktober juga merupakan bulan kelabu. Indeks Dow Jones industrial average dalam sebulan Oktober melorot 14,06 persen, penurunan pronsentase terburuk bulanan sejak Agustus 1998. Sedangkanak indeks Standard & Poor’s 500 jatuh 16,83 persen, atau penurunan terburuk sejak oktober 1987. Serta indeks Nasdaq merosot 17,73 persen, yang merupakan prosentase terjelek bulanan sejak Februari 2001.
Meski demikian dengan kenaikan pada penutupan Jumat (31/10), pekan lalu secara keseluruhan Wall Street mengalami pekan terbaik dalam bulan Oktober 2008 ini. Indeks Dow Jones naik 144,32 poin atau 1,57 persen serta berada pada 9.325,01 Indeks S&P 500 naik 14,66 atau 1,54 persen serta menjadi 958,74. Sementara indeks gabungan Nasdaq melonjak 22,43 poin atau 1,32 persen menjadi 1.720,95.
Sedang dalam sepekan Dow Jones menguat 11,3 persen, atau pekan terbaik sejak Oktober 1974. Kemudian indeks S&P 500 melonjak 10,5 persen, atau berbaik sejak Januari 1980. Dan Nasdaq melompat 10,9 persen, yang merupakan raihan prosentase terbaik sejak April 2001.
Pekan pertama di bulan baru ini, investor berharap tren kenaikan Wall Street terus berlanjut, meski pasar menunggu pemilihan presiden AS yang akan berlangsung pada 4 November ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang