Sel Super-Charge Penghadang Kanker

Kompas.com - 03/11/2008, 09:44 WIB

PARA ahli di Amerika Serikat mengklaim telah berhasil mengembangkan sel-sel kekebalan super yang dapat membantu menghadang perkembangan kanker pada sekelompok  pasien yang dijadikan obyek penelitian.

Seperti dimuat jurnal Nature Medicine edisi online, peneliti dari Baylor College of Medicine di Houston menciptakan sel-sel kekebalan ini dengan cara menambahkan reseptor artifisial (buatan) pada sel limfosit T dan meningkatkan kemampuan mereka untuk melawan sejenis kanker mematikan yang disebut neuroblastoma.

Neuroblastoma merusak tubuh dengan cara menyerang sistem syaraf . Walau terbilang jarang, jenis kanker ini merupakan penyebab sekitar tujuh persen kasus kanker pada anak-anak dan 15 persen kematian kanker non-dewasa.  Sekitar dua pertiga kasus kanker jenis ini tidak dapat diagnosa dan seringkali  ditemukan sudah menyebar ke beberapa bagian organ tubuh.

Secara alamiah, sel limfosit T tidak mampu bertahan begitu lama selain juga kehilangan molekul-molekul yang berfungsi melawan sel-sel kanker pada tumor. Untuk mengatasi dua kekurangan ini, tim peneliti yang dipimpin Malcolm Brenner dari Baylor College of Medicine Texas mengembangkan sel-sel imun yang disebut sel super-charge.

Sel super ini dikembangkan dari sel-sel kekebalan yang secara alami distimulasi atau dirangang  oleh sejenis virus yang tidak berbahaya disebut Epstein-Barr. Para ahli memodifikasi sel-sel ini untuk memunculkan reseptor yang menjadi kunci sejenis  protein  ditemukan pada sel-sel neuroblastoma manusia.

Dari hasil penelitian  terhadap 11 pasien pengidap neuroblastoma berusia 3 hingga 10 tahun, sel-sel kekabalan hasil rekayasa ini  mampu bertahan hingga 18 bulan.  Pada lima kasus, tumor menunjukkan regresi dan kasus keenam bahkan benar-benar sembuh.

“Untuk pertamakalinya, kami mulai melihat adanya respon terhadap tumor. Kami telah melihat remisi yang sempurna pada satu kasus, sedangkan yang lain penyakitnya stabil selama setahun,” ujarnya.

Untuk riset mendatang, Brenner dan timnya berencana menambahkan reseptor kepada jenis sel kanker lain guna melihat apakah juga menimbulkan efek yang sama dalam menghadang kanker.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau