JAKARTA, SENIN — Enam bulan menjelang Pemilihan Umum Presiden 2009, peringkat Megawati dalam survei nasional (surnas) ketiga yang dilakukan Indonesian Research and Development Institute (IRDI) kembali terperosok. Sebaliknya, peringkat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terus melesat.
Dalam survei yang berlangsung pada 6-13 Oktober 2008 terhadap 2.000 responden yang diambil secara proporsional ini, sebanyak 61,25 persen responden mengatakan akan memilih SBY jika pilpres yang hanya mencalonkan SBY dan Megawati berlangsung hari ini atau naik 8,56 persen dari surnas kedua. Sementara itu, responden yang memilih Megawati hanya 35,50 persen atau turun 7,54 persen dari surnas kedua.
Sementara itu, peringkat tingkat keterpilihan (elektabilitas) SBY tetap yang tertinggi. Ketika responden disodori pertanyaan setengah terbuka, yaitu jika pilpres dilakukan hari ini, 33 persen responden memilih SBY, 17,9 persen memilih Megawati, 5 persen memilih Wiranto, 4,7 persen memilih Prabowo Subianto, 2,8 persen memilih Hidayat Nur Wahid, 2,65 persen memilih Amien Rais, 2,45 persen memilih Abdurrahman Wahid, 1,6 persen memilih Sultan Hamengku Buwono X, 1,4 persen memilih Yusril Ihza Mahendra, 0,6 persen memilih Sutrisno Bachir, 0,45 persen memilih Sutiyoso, dan 0,15 persen memilih Rizal Mallarangeng.
Menurut Direktur IRDI Notrida Mandica Nur, hal itu tidak terlepas dari kesuksesan program-program kerja SBY, seperti program Bantuan Operasional Sekolah, buku murah, pemberantasan kemiskinan, dan pengendalian harga bahan pokok.
"Menurut temuan fakta di lapangan, hal ini tidak terjadi secara spontan. Mereka benar-benar merasakan adanya perubahan yang signifikan," ujar Notrida ketika jumpa pers Survei Politik Nasional III, Senin (3/11) di Jakarta.
Turut hadir dalam jumpa pers tersebut Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Rully Khairul Azwar, dan Ketua DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.
Sementara itu, Jusuf Kalla dianggap sosok yang paling tepat untuk mendampingi SBY, yaitu 15,2 persen. Peringkat kedua dan seterusnya diduduki oleh Hidayat Nur Wahid sebesar 9,4 persen, Sultan Hamengku Buwono X (7,4 persen), Andi Mallarangeng (4,6 persen), Akbar Tanjung (4,4 persen), Fadel Muhammad (3,4 persen), Sutrisno Bachir (2,25 persen), Adhyaksa Dault (2,05 persen), Hasyim Muzadi (2 persen), Din Syamsuddin (1,8 persen), Rizal Mallarangeng (1,05 persen), Agung Laksono (1 persen), Aburizal Bakrie (1 persen), Anas Urbaningrum (0,75 persen), dan Hatta Radjasa (0,38 persen).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang