BPK Diminta Selidiki Indover

Kompas.com - 03/11/2008, 12:56 WIB

JAKARTA, SENIN - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diminta menyelidiki kasus ambruknya Bank Indover. Sedianya, BPK akan mengaudit debitor-debitor yang ada di anak usaha Bank Indonesia (BI) di Belanda itu. Hal tersebut disampaikan Menteri Negara (Menneg) PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, di gedung Bappenas, Jakarta, Senin (3/11).

"Anehnya kok bank yang di Belanda, debiturnya bank-bank negara Indonesia. Itu yang harus diusut. Itu harus masuk BPK itu. Hukumnya memang hukum Belanda tapi terhadap aset yang dimiliki BI harus di selidiki," kata Paskah.

Paskah mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari kurator yang menyatakan bahwa sebagian besar aset dan kredit macet (Non Performing Loan/NPL) berasal dari Indonesia. Saat ini, kata Paskah, tengah menunggu laporan dari kurator di Belanda. Dari hasil laporan kurator tersbeut, akan diketahui jumlah aset yang mengalami kredit macet (Non Performing Loan /NPL), dan siapa debiturnya.

Padahal pada kondisi normal, seharusnya sebagian besar debitur berasal dari Belanda. "Jadi harus dilihat debitur yang punya kewajiban disana dan debitur yang dari lokal," ujarnya. Jika debitur asal Indonesia terkait dalam rangka ekspor, menurut Paskah, hal itu bisa dipahami. "Namun, jika debitur di luar kepentingan ekspor patut diselidiki. Itu kenapa harus pinjam pakai valas," tutur Paskah.

Pemerintah akan mengusut tuntas masalah ini karena menurut Paskah, tidak mungkin ada aspek ketidaksengajaan. Lebih lanjut Paskah mengatakan meski kasus likuidasi Bank Indover merupakan urusan korporasi BI, namun dampak dari Letter Of Comfort (LOC) yang dibuat BI memang harus diwaspadai. Pasalnya, LOC terkait dengan posisi keuangan BI. "Kalau jebol, tetap saja pemerintah yang harus mengisi. Itu satu sisi," kata Paskah.

Sementara itu Bank Danamon melalui siaran persnya kepada Kompas.com menegaskan, pihaknya sejak Juli 2008 tidak mempunyai lagi eksposur (penempatan dana) di Bank Indover.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau